Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Boikot Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Bentuk Protes Eropa ke AS

Andhika Prasetyo
17/1/2026 10:19
Boikot Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Bentuk Protes Eropa ke AS
Trofi Piala Dunia(AFP/Fabrice COFFRINI)

Wacana boikot penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat dinilai bisa menjadi bentuk tekanan politik paling ekstrem terhadap klaim Washington atas Greenland. Juru bicara kebijakan luar negeri blok Kristen Demokrat CDU/CSU Jurgen Hardt menyatakan bahwa opsi boikot seharusnya hanya digunakan sebagai langkah terakhir untuk menarik perhatian Presiden AS Donald Trump terkait isu Greenland.

Dalam pernyataannya yang dikutip harian Bild, Hardt menilai Trump sangat menaruh perhatian pada Piala Dunia, sehingga tekanan melalui ajang tersebut berpotensi memberikan dampak politik yang signifikan.

Sebelumnya, laporan media Yordania Roya News pada 10 Januari menyebutkan bahwa hampir 17.000 penggemar sepak bola membatalkan tiket Piala Dunia sebagai bagian dari seruan boikot untuk memprotes kebijakan Amerika Serikat.

Piala Dunia FIFA 2026 sendiri akan diselenggarakan secara bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen ini menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim dan dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Selain itu, Amerika Serikat juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya berada di bawah kendali AS dengan alasan kepentingan keamanan nasional, termasuk untuk menghadapi pengaruh China dan Rusia di kawasan Arktik.

Namun, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland secara tegas menolak klaim tersebut dan meminta Amerika Serikat menghormati kedaulatan wilayah. Greenland diketahui merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan memperoleh status otonomi luas pada 2009, termasuk kewenangan mengatur urusan domestik secara mandiri.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya