Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRA mahkota terakhir Iran yang kini berada dalam pengasingan, Reza Pahlavi, menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata dalam membantu pengunjuk rasa menumbangkan pemerintah Iran.
Dalam konferensi pers di Washington, Jumat (16/1) waktu setempat, Pahlavi menyatakan keyakinannya bahwa keruntuhan Republik Islam Iran hanyalah masalah waktu.
"Republik Islam akan jatuh—bukan 'jika', melainkan 'kapan'," tegas Pahlavi di hadapan media.
Seruan ini muncul di tengah gelombang protes besar yang dipicu krisis ekonomi sejak 28 Desember lalu.
Demonstrasi yang awalnya menuntut perbaikan biaya hidup tersebut dengan cepat berubah menjadi gerakan politik yang menuntut berakhirnya kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Ali Hosseini Khamenei.
Data dari lembaga hak asasi manusia HRANA menyebutkan sedikitnya 2.677 orang telah tewas dalam bentrokan tersebut, dengan ribuan lainnya masih dalam proses verifikasi. Selain itu, sekitar 19.000 pengunjuk rasa dilaporkan telah ditangkap.
Pemerintah Iran sendiri bergeming dan melabeli aksi protes tersebut sebagai "kerusuhan" yang ditunggangi oleh musuh-musuh luar negeri.
Sejak 8 Januari, otoritas setempat memberlakukan pemadaman internet total untuk meredam koordinasi massa dan menutupi tindakan keras aparat keamanan di lapangan.
Dalam keterangannya, Pahlavi mengklaim bahwa sebagian aparat keamanan Iran mulai menolak terlibat dalam penumpasan demonstran. Akibatnya, ia menuduh pemerintah mendatangkan milisi asing untuk membungkam rakyatnya sendiri.
Pahlavi mendesak kekuatan global untuk memberikan tekanan ekonomi yang lebih berat, mengusir diplomat Iran, dan menuntut pembebasan tahanan politik. Secara spesifik, ia meminta adanya serangan terarah terhadap infrastruktur komando Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Ia juga menyoroti pentingnya akses informasi bagi rakyat Iran.
"Rakyat Iran sedang mengambil tindakan tegas di lapangan. Sekarang saatnya komunitas internasional bergabung sepenuhnya dengan mereka," ujarnya.
Ia mendesak penyediaan layanan internet satelit seperti Starlink untuk menembus sensor pemerintah.
Terkait peran Amerika Serikat (AS), Pahlavi optimis terhadap komitmen Presiden Donald Trump. Meski menolak merinci detail diskusinya dengan pejabat senior AS, ia menyatakan, "Saya percaya Presiden Trump adalah orang yang memegang kata-katanya, dan pada akhirnya, dia akan berdiri bersama rakyat Iran."
Sebelumnya, Presiden Trump telah memperingatkan Teheran agar tidak mengeksekusi pengunjuk rasa dan mengancam akan mengambil "tindakan yang sangat tegas" jika hal itu terjadi.
Di sisi lain, parlemen Iran membalas dengan ancaman akan menjadikan pangkalan militer AS dan wilayah Israel sebagai target jika terjadi serangan.
Menutup keterangannya, Pahlavi menyatakan siap kembali ke Iran untuk memfasilitasi pembentukan konstitusi baru yang menjunjung tinggi demokrasi, pemisahan agama dan negara, serta kebebasan individu. Namun, ia menegaskan bahwa penentuan pemimpin masa depan sepenuhnya berada di tangan rakyat.
"Dengan atau tanpa bantuan dunia, rezim ini akan runtuh. Namun, keruntuhan itu akan terjadi lebih cepat dan lebih banyak nyawa yang terselamatkan jika dunia mengubah kata-kata menjadi tindakan nyata," pungkasnya. (bbc/Z-1)
Telusuri sejarah lengkap Dinasti Pahlavi, penyebab kejatuhan 1979, hingga peran strategis Reza Pahlavi dalam transisi demokrasi Iran tahun 2026.
REZA Pahlavi meminta pemerintah Australia menjamin keselamatan tim nasional sepak bola perempuan Iran setelah mereka tersingkir dari AFC Women's Asian Cup.
Pelajari sejarah Mohammad Mosaddegh, perdana menteri Iran yang berani menasionalisasi minyak dan melawan imperialisme Barat hingga digulingkan dalam kudeta 1953.
Berikut dampak sanksi AS terhadap Iran dan rekam jejaknya di negara tersebut.
REZA Pahlavi, putra mahkota Iran yang diasingkan, menyerukan kepada Presiden Trump untuk mengambil tindakan terhadap rezim Iran sesegera mungkin.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tegaskan Iran bukan ancaman global dan ajak AS dialog demi stabilitas dunia di tengah ketegangan Timur Tengah.
TIONGKOK meminta Presiden Amerika Serikat menghentikan operasi militer terhadap Iran. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan ke negara teluk tersebut.
Inggris memimpin pembicaraan dengan 40 negara untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah blokade Iran dan sikap lepas tangan Donald Trump.
Iran melalui IRGC mengancam akan menyerang 18 perusahaan teknologi AS di Timur Tengah, termasuk Google, Microsoft, dan Apple. Simak daftar lengkapnya.
Presiden AS Donald Trump sebut tujuan militer di Iran hampir tercapai, tetapi siapkan serangan besar dalam 2-3 minggu ke depan. Simak selengkapnya.
Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Media pemerintah Iran menyebut layanan internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, sebagai target yang sah untuk diserang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved