Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Reza Pahlavi Desak Australia Jamin Keselamatan Timnas Perempuan Iran

Ferdian Ananda Majni
09/3/2026 12:54
Reza Pahlavi Desak Australia Jamin Keselamatan Timnas Perempuan Iran
Ilustrasi(Dok. the-afc.com)

REZA Pahlavi, putra mahkota Shah terakhir Iran yang digulingkan pada 1979, meminta pemerintah Australia menjamin keselamatan tim nasional sepak bola perempuan Iran setelah mereka tersingkir dari Piala Asia perempuan AFC (AFC Women's Asian Cup) yang berlangsung di Australia.

Permintaan itu muncul setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan para pengunjuk rasa anti-rezim Iran mengepung bus tim sambil meneriakkan “selamatkan anak-anak perempuan kami” ketika para pemain meninggalkan stadion di Gold Coast, Queensland. Peristiwa tersebut terjadi setelah Iran kalah 0-2 dari Filipina.

Kekhawatiran muncul karena para pemain berisiko menghadapi masalah ketika kembali ke Iran. Media pemerintah Iran sebelumnya menyebut mereka sebagai pengkhianat karena tetap diam saat lagu kebangsaan Iran diputar sebelum pertandingan pada Senin lalu.

Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintah Iran. Peristiwa itu terjadi dua hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam unggahannya di platform X, Pahlavi memperingatkan bahwa sikap para pemain dapat berujung konsekuensi serius jika mereka kembali ke tanah air.

"Sebagai hasil dari tindakan pembangkangan sipil mereka yang berani dengan menolak menyanyikan lagu kebangsaan rezim saat ini, mereka menghadapi konsekuensi buruk jika mereka kembali ke Iran," tulis Pahlavi.

"Saya menyerukan kepada pemerintah Australia untuk memastikan keselamatan mereka dan memberi mereka semua dukungan yang dibutuhkan," tambahnya.

Sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada CNN bahwa tim Iran sempat dipaksa memberi hormat dan menyanyikan lagu kebangsaan pada Kamis sebelum pertandingan fase grup melawan tuan rumah Australia.

Para pemain juga kembali menyanyikan lagu kebangsaan serta memberi hormat militer sebelum pertandingan yang berakhir dengan kekalahan pada Minggu.

Pelatih tim Iran, Marziyeh Jafari, mengatakan setelah pertandingan bahwa timnya berharap dapat segera kembali ke Iran.

"Secara pribadi, saya ingin kembali ke negara saya sesegera mungkin dan bersama rekan senegara dan keluarga saya," ujarnya kepada wartawan.

Namun perjalanan pulang tim tersebut diperkirakan tidak mudah. Penutupan wilayah udara akibat konflik regional berpotensi menyebabkan keterlambatan atau kesulitan penerbangan.

Selain itu, sejumlah pendukung khawatir para pemain berisiko menghadapi hukuman di Iran setelah sikap mereka selama lagu kebangsaan.

Tanggapan Australia

Ketika ditanya mengenai kemungkinan komunikasi antara pemerintah Australia dan para pemain Iran, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong enggan memberikan komentar lebih jauh.

"Saya tidak ingin ikut berkomentar tentang tim perempuan Iran," kata Wong kepada ABC.

Meski demikian, ia menegaskan dukungan Australia terhadap masyarakat Iran, khususnya perempuan.

"Kami berdiri dalam solidaritas dengan para pria dan perempuan Iran dan khususnya perempuan dan anak-anak gadis Iran," pungkasnya. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya