Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Iran segera menghentikan seluruh bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa dalam gelombang protes yang terjadi di negeri tersebut. PBB menegaskan pembunuhan terhadap massa dalam demonstrasi Iran tidak dapat dibenarkan.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Iran terhadap para pengunjuk rasa. Dia mengaku terkejut dengan laporan yang menyebut ratusan orang tewas dan ribuan lainnya ditangkap dalam rangkaian demonstrasi antipemerintah yang terus meluas di berbagai wilayah Iran.
“Pembunuhan terhadap pengunjuk rasa damai harus dihentikan. Pelabelan demonstran sebagai ‘teroris’ untuk membenarkan kekerasan terhadap mereka sama sekali tidak dapat diterima,” kata Turk dikutip UN News.
Sejak akhir Desember, warga Iran turun ke jalan di seluruh provinsi untuk menyuarakan kekecewaan atas meningkatnya inflasi, melonjaknya harga pangan, serta anjloknya nilai tukar mata uang nasional. Aksi protes tersebut kemudian berkembang menjadi tuntutan yang lebih luas terhadap kondisi sosial dan tata kelola pemerintahan.
Turk mengingatkan gelombang protes serupa juga terjadi pada 2022, ketika berbagai lapisan masyarakat menuntut perubahan mendasar dalam cara negara dikelola. Namun, menurut dia, respons pemerintah kembali diwarnai penggunaan kekuatan berlebihan untuk membungkam tuntutan.
“Siklus kekerasan yang mengerikan ini tidak bisa terus berulang. Rakyat Iran serta tuntutan mereka akan keadilan, kesetaraan, dan perlakuan yang adil harus didengar,” ujarnya.
PBB menegaskan seluruh kasus pembunuhan, kekerasan terhadap demonstran, serta dugaan pelanggaran hak asasi manusia lainnya harus diselidiki secara menyeluruh, dan para pelaku dimintai pertanggungjawaban.
Turk juga menyoroti laporan mengenai rumah sakit yang kewalahan menangani korban luka, termasuk anak-anak. Di sisi lain, terdapat pula laporan mengenai korban jiwa dari kalangan aparat keamanan.
PBB menilai situasi semakin mengkhawatirkan setelah muncul pernyataan sejumlah pejabat peradilan Iran yang membuka kemungkinan penerapan hukuman mati terhadap pengunjuk rasa melalui proses peradilan cepat.
“Hal ini sangat mengkhawatirkan,” kata Turk.
Sejak 8 Januari, pemerintah Iran memberlakukan pemadaman internet secara nasional. Kebijakan tersebut, menurut Turk, berdampak serius terhadap hak kebebasan berekspresi dan akses informasi, mengganggu layanan darurat dan penyelamatan nyawa, serta menghambat pemantauan independen terhadap situasi hak asasi manusia.
“Warga Iran memiliki hak untuk berdemonstrasi secara damai. Keluhan mereka perlu didengar dan ditangani, bukan dimanfaatkan oleh pihak mana pun," tukas Turk. (H-3)
Pemerintah Iran umumkan 40 hari masa berkabung dan libur nasional sepekan setelah gugurnya Ali Khamenei akibat serangan udara AS-Israel.
Menko AHY menilai eskalasi konflik tersebut berpotensi memicu guncangan geopolitik yang akan berdampak pada stabilitas keamanan global, termasuk kawasan Asia Tenggara.
Media Israel dan Netanyahu melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan yang menyasar kompleks kediamannya di Teheran,
FIFA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Iran menyusul aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat.
DK PBB gelar rapat darurat bahas serangan Israel-AS ke Iran. Sekjen PBB Antonio Guterres peringatkan risiko konflik regional yang hancurkan stabilitas.
Pernyataan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara pemimpin de facto Arab Saudi tersebut dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed (MBZ)
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
PEMERINTAH Iran mengeklaim memiliki bukti keterlibatan kekuatan asing dalam menggerakkan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai wilayah.
MELALUI sambungan telepon pada Jumat (16/1) waktu setempat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya atas sikap politik Rusia yang dinilai membela kedaulatan Iran.
TINDAKAN represif otoritas Iran terhadap para demonstran kini menempatkan Teheran dalam pengawasan ketat global.
TINDAKAN keras mematikan dari otoritas keamanan Iran tampaknya telah meredam gelombang protes untuk saat ini.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam represi kekerasan terhadap demonstran di Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved