Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Greenland: Kami Ogah Jadi Warga Amerika Serikat

Andhika Prasetyo
12/1/2026 05:30
Greenland: Kami Ogah Jadi Warga Amerika Serikat
Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi.(Anadolu)

Para pemimpin lima partai politik di Greenland secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyuarakan keinginannya untuk mengambil alih wilayah semi-otonom tersebut dari Denmark. Mereka menegaskan bahwa rakyat Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.

“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika. Di sisi lain, kami juga bukan orang Denmark. Kami hanya ingin menjadi orang Greenland,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis para pemimpin partai tersebut pada Jumat (9/1).

Dalam pernyataan itu, para pimpinan partai juga meminta Amerika Serikat menghentikan sikap yang dinilai meremehkan Greenland. Mereka menegaskan bahwa masa depan wilayah tersebut sepenuhnya harus ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri, bukan oleh kekuatan eksternal.

Mereka juga menyoroti bahwa Greenland dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif mengambil peran di kancah internasional, menunjukkan kapasitasnya sebagai entitas politik yang berkembang dan berdaulat dalam menentukan arah kebijakannya.

Terkait wacana pengambilalihan oleh Amerika Serikat, para pemimpin partai menekankan bahwa setiap dialog harus berlandaskan diplomasi serta menghormati prinsip-prinsip hukum dan hubungan internasional.

Untuk memastikan ruang diskusi politik yang adil dan menyeluruh, mereka mengumumkan bahwa sidang Inatsisartut atau parlemen Greenland akan dimajukan. Langkah ini diambil guna menjamin berlangsungnya perdebatan terbuka sekaligus perlindungan terhadap hak-hak rakyat Greenland.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Trump kembali mengulang ketertarikannya terhadap Greenland. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa Amerika Serikat perlu “melakukan sesuatu” terhadap Greenland, dengan alasan kekhawatiran akan pengaruh Rusia atau China di kawasan tersebut.

“Kita akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka. Jika tidak, Rusia atau China akan mengambil alih, dan kami tidak ingin bertetangga dengan Rusia atau China,” kata Trump.

Trump juga tidak menutup kemungkinan penggunaan cara-cara keras, termasuk opsi militer, apabila upaya diplomasi tidak membuahkan hasil. “Saya ingin membuat kesepakatan dengan cara mudah. Tetapi jika tidak bisa dilakukan dengan cara mudah, maka kita akan melakukannya dengan cara sulit,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memicu kecaman luas, khususnya dari negara-negara Eropa. Sejumlah pihak memperingatkan bahwa langkah sepihak semacam itu berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan bahkan dapat melemahkan soliditas aliansi NATO. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya