Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) memperingatkan warganya di Venezuela untuk segera meninggalkan negara tersebut seiring situasi keamanan yang dinilai masih tidak stabil. Kondisi itu dipicu meningkatnya ketegangan menyusul operasi militer AS dan sinyal kemungkinan keterlibatan diplomatik dari Presiden Donald Trump.
Biro Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Sabtu (9/1) mengeluarkan peringatan keras kepada warga negara AS di Venezuela untuk segera meninggalkan negara tersebut. Dalam unggahan di platform X, biro tersebut menyatakan kondisi keamanan di Venezuela masih tidak stabil.
Disebutkan pula adanya laporan tentang kelompok-kelompok milisi bersenjata, yang dikenal sebagai colectivos, mendirikan blokade jalan. Kelompok ini memeriksa kendaraan untuk mencari bukti apakah ada yang berkewarganegaraan AS atau mendukung AS.
Warga negara AS di Venezuela diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati ketika melakukan perjalanan darat. Mereka diminta secara aktif memantau komunikasi dan situs web maskapai penerbangan guna memperoleh pembaruan terkait penerbangan.
"Venezuela memiliki level Peringatan Perjalanan tertinggi, Level 4 atau Jangan Bepergian karena adanya risiko serius bagi warga AS, termasuk penahanan ilegal, penyiksaan selama penahanan, terorisme, penculikan, penegakan hukum lokal secara sewenang-wenang, kejahatan, kerusuhan sipil, dan infrastruktur kesehatan yang buruk," kata biro tersebut.
Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Venezuela pada 3 Januari dini hari waktu setempat.
Operasi tersebut dilaporkan berujung pada penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Sebuah tindakan yang memicu kecaman luas dan kekhawatiran dari berbagai negara di dunia.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan harapannya untuk segera bertemu dengan perwakilan kepemimpinan Venezuela saat ini. Pernyataan tersebut mengindikasikan kemungkinan terbukanya jalur diplomatik menyusul tindakan militer AS dan perubahan dinamika hubungan antara Washington dan Caracas.
Berbicara kepada wartawan, Trump mengatakan pertemuan dengan tokoh-tokoh Venezuela kemungkinan akan berlangsung dalam waktu dekat. Meskipun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.
"Saya akan bertemu dengan berbagai perwakilan Venezuela, mungkin segera," kata Trump.
Dia menambahkan hubungan antara Amerika Serikat dan pihak-pihak yang saat ini menjalankan pemerintahan Venezuela telah mengalami peningkatan signifikan. "Hubungan yang kami miliki dengan orang-orang yang saat ini menjalankan Venezuela sangat baik," ujar Trump.
Trump juga menegaskan pemerintah AS berurusan langsung dengan otoritas Venezuela dengan pendekatan yang bertujuan mencegah eskalasi lebih lanjut. "Kami berurusan dengan orang-orang dari Venezuela," katanya.
"Kami berurusan dengan mereka dengan sangat baik," tambahnya.
Trump mengisyaratkan tekanan dan langkah militer AS baru-baru ini telah menciptakan pengaruh yang dianggap mampu mencegah konflik lanjutan antara kedua pihak. (AFP/Z-2)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Tiongkok mengeluarkan imbauan perjalanan ke Jepang sebagai respons atas pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan. Ketegangan diplomatik meningkat.
Pengawasan dan pemantauan di pintu masuk internasional tetap ditingkatkan melalui SatuSehat Health Pass (SSHP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved