Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Donald Trump Picu Perang di Negara Sendiri, Bendera One Piece Berkibar

Dhika Kusuma Winata
10/1/2026 13:09
Donald Trump Picu Perang di Negara Sendiri, Bendera One Piece Berkibar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(Anadolu)

Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Good di Minneapolis, Minnesota, memicu gelombang kecaman luas dan memperuncing kontroversi kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sang presiden dinilai seolah membuat 'perang' di negeri sendiri.

Good, perempuan berusia 37 tahun, tewas ditembak agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada Rabu lalu waktu setempat. Insiden itu terekam video dan tersebar luas di media sosial. Berdasarkan rekaman saksi mata, Good berada di dalam mobilnya di kawasan selatan Minneapolis ketika didekati sejumlah agen federal.

Saat agen mendekati mobilnya, ia mundur dan berusaha pergi. Seorang agen ICE kemudian berdiri di depan kendaraan dan melepaskan tembakan menembus kaca depan. Dua tembakan berikutnya dilepaskan dari jarak dekat melalui sisi jendela pengemudi.

Respons pemerintah justru menuai kritik. Pejabat tinggi pemerintahan Trump menuding Good sebagai teroris domestik dan menyatakan penembakan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri agen ICE. Di Gedung Putih, Trump juga membela pernyataan wakil presidennya yang menyebut Good terkait jaringan kiri radikal. Good dituding ingin memicu kekerasan terhadap aparat federal. Trump menyebut klaim tersebut akurat dan menuding orang-orang di sekitar lokasi kejadian kemungkinan merupakan agitator bayaran.

Trump turut menyoroti suara seorang perempuan dalam video yang terdengar berteriak 'shame' (memalukan) berulang kali kepada agen ICE. Menurut Trump, teriakan tersebut menjadi bukti adanya provokator profesional.

“Saya menonton itu. Ada seorang perempuan berteriak, ‘Memalukan! Memalukan! Memalukan!’ Dia seorang agitator, kemungkinan besar agitator bayaran. Menurut saya dia agitator tingkat tinggi, sangat profesional. Dia tidak berhenti berteriak,” kata Trump dikutip The Guardian.

Pernyataan tersebut dibantah oleh banyak pihak. Pasalnya, tidak jelas apakah suara yang terdengar dalam video berasal dari perekam atau orang lain di sekitar lokasi.

Wali Kota Minneapolis bersama sejumlah pejabat lokal mendesak pemerintahan Trump untuk mengungkap kebenaran dan menjamin penyelidikan yang independen serta transparan atas tewasnya warga kota tersebut.

Protes pun meluas. Untuk malam kedua berturut-turut, ribuan orang turun ke jalan di Minneapolis dan sejumlah kota lain seperti Washington DC, Philadelphia, Houston, dan Cincinnati. Sejumlah demonstran membawa poster yang menyerukan pembubaran ICE.

Ketegangan juga menjalar ke Oregon. Pada Kamis waktu setempat, dua orang dilaporkan terluka dalam insiden penembakan yang melibatkan agen federal di Portland. Di kota tersebut, menurut laporan USA Today, demonstrasi berlangsung di depan fasilitas ICE. Seorang demonstran terlihat mengibarkan bendera Jolly Roger milik Straw Hat Pirates dari serial One Piece sebagai simbol perlawanan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya