Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Wali KotaMinneapolis Jacob Frey Usir ICE Usai Penembakan Fatal Warga

Thalatie K Yani
08/1/2026 09:23
Wali KotaMinneapolis Jacob Frey Usir ICE Usai Penembakan Fatal Warga
Masyarakat berkumpul di lokasi penembakan perempuan oleh agen ICE(AFP)

GELOMBANG kemarahan melanda kota Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) terhadap seorang perempuan berusia 37 tahun pada Rabu waktu setempat. Ketegangan memuncak hingga Wali Kota Jacob Frey mengeluarkan pernyataan keras yang menuntut agar lembaga federal tersebut segera meninggalkan wilayahnya.

"Saya memiliki pesan untuk komunitas kami dan pesan untuk ICE. Kepada ICE, segera angkat kaki dari Minneapolis. Kami tidak menginginkan kalian di sini," ujar Frey dalam konferensi pers yang emosional.

Frey menuding kehadiran ICE justru menghancurkan rasa aman masyarakat. "Alasan kalian berada di kota ini adalah untuk menciptakan keamanan, namun kalian melakukan hal yang sebaliknya. Orang-orang terluka, keluarga diceraiberaikan, dan sekarang, seseorang tewas," tegasnya.

Protes Meluas dan Bentrokan di Sekolah

Aksi unjuk rasa terjadi di berbagai sudut kota. Titik kumpul utama berada di lokasi penembakan, persimpangan East 34th Street dan Portland Avenue, di mana ratusan orang, termasuk kelompok rohaniwan, mengadakan aksi lilin dan doa bersama.

Ketegangan bergeser ke sebuah sekolah umum yang berjarak tiga mil dari lokasi penembakan. Menurut laporan Minnesota Public Radio, petugas Patroli Perbatasan AS masuk ke area sekolah saat jam pulang siswa, melakukan penangkapan, hingga menggunakan semprotan merica terhadap kerumunan. Foto-foto di lokasi menunjukkan petugas melakukan penyergapan di tengah salju.

Di pusat kota, sekitar 50 demonstran memblokir pintu masuk gedung pengadilan federal sambil meneriakkan nama korban, Renee Good. Kelompok ini membubarkan diri sekitar pukul 16.00 setelah sebuah kaca jendela gedung pecah.

Kronologi Kekacauan di Lapangan

Berdasarkan laporan The Guardian yang berada di lokasi, suasana pasca-penembakan sangat kacau. Mobil-mobil ICE tanpa identitas memenuhi jalanan yang telah dipasangi garis polisi. Warga yang marah meneriaki agen ICE dan polisi setempat, mendesak aparat untuk menangkap agen yang melepaskan tembakan.

Saat agen ICE meninggalkan lokasi, massa melempari kendaraan mereka dengan bola salju. Petugas merespons dengan menembakkan gas air mata dan peluru pelet ke arah warga yang mengikuti mereka. Medis sukarelawan terlihat membantu warga yang terkena semprotan iritan di bagian mata.

Investigasi Lintas Instansi

Kepala Polisi Minneapolis, Brian O’Hara, mengonfirmasi korban adalah seorang perempuan berkulit putih berusia 37 tahun. Identitas resminya belum dirilis secara publik oleh otoritas penegak hukum, meski para pengunjuk rasa telah menyebut nama Renee Good dalam aksinya.

Saat ini, investigasi penembakan dipimpin bersama FBI dan Biro Penangkapan Kriminal Minnesota (BCA). Pihak BCA akan fokus menyelidiki apakah ada pelanggaran hukum negara bagian yang dilakukan agen federal tersebut dalam operasi yang diklaim ICE sebagai operasi terbesar dalam sejarah mereka. (The Guardian/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya