Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Delcy Rodriguez Tetapkan 7 Hari Berkabung Nasional Usai Serangan AS ke Venezuela

Thalatie K Yani
07/1/2026 07:37
Delcy Rodriguez Tetapkan 7 Hari Berkabung Nasional Usai Serangan AS ke Venezuela
Presiden Pelaksana Venezuela, Delcy Rodriguez, umumkan masa berkabung nasional menyusul tewasnya puluhan orang dalam operasi militer AS di Caracas.(Media Sosial X)

PRESIDEN Pelaksana Venezuela, Delcy Rodriguez, secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban yang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat di Caracas baru-baru ini.

Dalam pernyataannya melalui saluran televisi pemerintah VTV pada Selasa (7/1), Rodriguez menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya sejumlah warga dalam peristiwa tersebut.

"Saya telah mengambil keputusan untuk menetapkan tujuh hari masa berkabung sebagai penghormatan, kehormatan, dan kemuliaan bagi para pemuda dan pemudi yang gugur, yang menyerahkan hidup mereka demi membela Venezuela, membela Presiden Nicolás Maduro," tegas Rodriguez.

Tuntutan Pembebasan Nicolas Maduro

Selain mengumumkan masa berkabung, Rodriguez mendesak pihak Amerika Serikat untuk segera memulangkan Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Saat ini, keduanya berada dalam tahanan AS di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York.

Pada hari Senin, Maduro dan Flores telah menjalani persidangan dan menyatakan tidak bersalah atas dakwaan terkait narkotika dan kepemilikan senjata yang dituduhkan oleh pihak berwenang Amerika Serikat.

Rodriguez membantah bahwa negaranya sedang berada dalam situasi perang. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Caracas bukanlah sebuah konflik bersenjata dua belah pihak, melainkan sebuah serangan sepihak terhadap negaranya.

"Tidak ada perang di sini karena kami tidak sedang berperang. Kami adalah rakyat, negara damai, yang diperlakukan dengan agresif dan diserang," tambah Rodriguez.

Jumlah Korban Masih dalam Penyelidikan

Hingga saat ini, Pemerintah Venezuela belum merilis angka resmi mengenai total korban tewas maupun luka-luka akibat serangan tersebut. Namun, Jaksa Agung Venezuela telah menunjuk tiga pejabat khusus untuk menginvestigasi "puluhan" kematian yang dilaporkan terjadi di lapangan.

Informasi tambahan datang dari Pemerintah Kuba, yang menyatakan bahwa 32 warga negaranya ikut menjadi korban tewas dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut.

Kondisi di Caracas dilaporkan masih tegang seiring dengan upaya pemerintah setempat melakukan identifikasi korban dan memulai proses investigasi menyeluruh atas insiden yang mengguncang stabilitas kawasan tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya