Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Trump menyatakan bahwa keduanya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu. Ia menyebut Maduro akan menghadapi proses hukum di Amerika Serikat. Pernyataan Trump ini disampaikan via media sosial serta dijadwalkan akan diperluas dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida.
Senator Republik Mike Lee mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi kepada dirinya bahwa Maduro telah ditangkap oleh personel AS dan akan diadili di Amerika Serikat atas dakwaan pidana. Lee menyebut operasi ini dilakukan untuk melindungi personel AS yang melaksanakan perintah penangkapan tersebut, dan diperkirakan tidak akan ada tindakan militer lebih lanjut setelah Maduro berada dalam tahanan AS.
"Ia memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas dakwaan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita saksikan malam ini dilakukan untuk melindungi dan membela mereka yang melaksanakan perintah penangkapan itu," kata Lee di platform X.
Berita internasional juga melaporkan bahwa operasi tersebut terkait dengan serangan udara dan aksi militer yang terjadi di Caracas dan beberapa wilayah lain di Venezuela, dengan ledakan terdengar di ibu kota negara itu. Pemerintah Venezuela mengecam aksi ini sebagai agresi militer dan menuntut bukti keberadaan serta keselamatan Maduro.
Keterangan resmi dari otoritas Venezuela maupun konfirmasi independen atas detail lokasi penahanan, situasi hukum, maupun bukti fisik penangkapan belum tersedia secara lengkap saat ini. Banyak aspek peristiwa masih dalam perkembangan dan dapat berubah seiring informasi baru yang dirilis oleh pihak terkait.
Trump menegaskan batasan atas kekuasaannya sebagai pemimpin tertinggi militer dan politik AS hanya pikirannya sendiri.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer di Caracas pada 3 Januari 2026 dini hari, langsung mengguncang tatanan hukum internasional. Dengan dalih perang melawan narkoba dan klaim bahwa Maduro bukan pemimpin sah, Washington melakukan penyerbuan ke wilayah negara berdaulat, langkah yang memicu pertanyaan mendasar: apakah ini penegakan hukum, atau preseden berbahaya pelanggaran kedaulatan negara?
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dengan Venezuela kembali memuncak. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut tawaran Trump sebagai perdamaian ala budak.
PRESIDEN Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan pengerahan 25.000 tentara ke wilayah pesisir Karibia dan perbatasan Kolombia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa jet-jet tempur Venezuela akan ditembak jatuh jika mendekati kapal perang AS.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved