Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Pertama New York yang Dilantik Pakai Al-Qur'an 

Media Indonesia
01/1/2026 16:21
Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Pertama New York yang Dilantik Pakai Al-Qur'an 
Wali Kota New York terpilih Zohran Mamdani(SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

ZOHRAN Mamdani menjadi wali kota New York City pertama yang dilantik menggunakan Al Quran. Sebagai walikota Muslim dan Asia Selatan pertama di kota metropolitan terbesar Amerika Serikat, Mamdani menggunakan Al-Quran milik kakeknya dan salinan berusia 200 tahun yang dipinjam dari Perpustakaan Umum New York (NYPL) untuk upacara pelantikan pribadi yang diadakan di stasiun kereta bawah tanah yang tidak terpakai di bawah Times Square.

Dia berencana menggunakan salinan Al-Quran yang milik kakek dan neneknya untuk upacara siang hari di Balai Kota New York.

Al-Quran bersejarah tersebut, yang dipinjam dari perpustakaan, pernah dimiliki oleh Arturo Schomburg, seorang sejarawan dan penulis kulit hitam yang menjual koleksinya yang terdiri dari 4.000 buku ke Perpustakaan Publik New York (NYPL) pada tahun 1926. Koleksinya kemudian menjadi Pusat Penelitian Budaya Kulit Hitam Schomburg.

Schomburg lahir di Puerto Rico pada tahun 1870-an dari orang tua berdarah Jerman dan Afro-Karibia. Ia kemudian imigrasi ke New York dan menjadi tokoh kunci dalam Renaissance Harlem pada tahun 1920-an dan 1930-an – periode kemajuan budaya dan intelektual yang intens di kalangan komunitas Afrika-Amerika di New York.

Perpustakaan memuji keputusan Mamdani untuk menggunakan Al-Quran Schomburg karena kaitannya dengan salah satu cendekiawan terkemuka New York dan karena kualitasnya yang sederhana dan fungsional.

Ukuran kecil Al-Quran dan tinta hitam serta merah yang digunakan menunjukkan bahwa Al-Quran ini dirancang untuk penggunaan sehari-hari, kata perpustakaan. 

Edisi ini tidak ditandatangani maupun diberi tanggal, tetapi “tulisan naskh yang halus dan ikatannya, yang menampilkan medali berlapis emas dengan hiasan bunga, menunjukkan bahwa Al-Quran ini diproduksi di Suriah Ottoman pada abad ke-19”, kata perpustakaan.

“Signifikansi Al-Quran ini jauh melampaui keindahan halamannya,” kata Hiba Abid, kurator Studi Timur Tengah dan Islam. “Ini adalah Al-Quran yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya karena kerajinan tangan yang sederhana, tetapi juga karena merupakan bagian dari koleksi sistem perpustakaan umum terbesar di negara ini.”

Anthony W Marx, presiden dan CEO perpustakaan, mengatakan bahwa pemilihan Al-Quran dan hubungannya dengan Schomburg “melambangkan kisah yang lebih besar tentang inklusi, representasi, dan kesadaran civic”.

Mamdani adalah salah satu dari sedikit politisi AS yang dilantik dengan menggunakan Al-Quran. New York tidak mewajibkan walikota untuk mengucapkan sumpah jabatan dengan tangan di atas teks agama, tetapi banyak walikota sebelumnya menggunakan salinan Alkitab. (AP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik