Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Trump Klaim Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina Makin Dekat Usai Temui Zelensky

Thalatie K Yani
29/12/2025 06:32
Trump Klaim Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina Makin Dekat Usai Temui Zelensky
Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan krusial dengan Volodymyr Zelensky di Florida. Trump menyebut kesepakatan damai kini lebih dekat dari sebelumnya.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan untuk mengakhiri invasi Rusia di Ukraina kini berada dalam posisi yang "lebih dekat dari sebelumnya". Pernyataan optimistis ini disampaikan Trump usai menggelar pertemuan diplomatik intensif dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida.

Pertemuan yang berlangsung di tengah jamuan makan siang ini dilakukan hanya sehari setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke pemukiman penduduk di Kyiv. Meski serangan terus berlanjut, Trump, yang sebelumnya menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, bersikeras Moskow "serius" mengenai perdamaian.

"Saya benar-benar percaya kita mungkin sudah jauh lebih dekat daripada sebelumnya dengan kedua belah pihak. Semua orang ingin perang ini berakhir," ujar Trump saat berdiri di samping Zelensky.

Impasse Wilayah dan Rencana Gencatan Senjata

Meski menunjukkan optimisme tinggi, Trump mengakui isu teritorial masih menjadi ganjalan utama. Rencana perdamaian yang tengah digodok mengusulkan penghentian perang di garis depan wilayah Donbas saat ini dan pembentukan zona demiliterisasi. Namun, Rusia tetap menuntut konsesi wilayah secara permanen.

"Ini belum terselesaikan, tapi semakin mendekati titik temu. Itu masalah yang sangat sulit, tapi saya pikir akan segera teratasi," kata Trump.

Zelensky mulai menunjukkan sikap terbuka terhadap revisi rencana AS tersebut, yang secara implisit menandakan pengakuan Kyiv terhadap kemungkinan konsesi wilayah. Meski begitu, Zelensky menegaskan bahwa keputusan akhir harus disetujui oleh rakyat Ukraina melalui referendum.

Garansi Keamanan dan Rencana Kemakmuran Dalam

kunjungannya kali ini, Zelensky tampak sangat menjaga sikap diplomatiknya. Ia mengungkapkan kerangka perdamaian yang disusun bersama Trump telah mencapai kemajuan signifikan.

"Sembilan puluh persen kesepakatan telah disetujui, dan untuk garansi keamanan AS-Ukraina sudah disetujui 100 persen," tegas Zelensky. Ia menambahkan bahwa kedua pihak kini tengah memfinalisasi "rencana kemakmuran" serta urutan pelaksanaan tindakan dari kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, Kremlin melalui penasihat diplomatik Yuri Ushakov menolak usulan gencatan senjata sementara yang diajukan pihak Eropa. Moskow justru mendesak Kyiv untuk mengambil "keputusan berani" dengan segera menarik pasukan dari Donbas.

Langkah Diplomasi Januari 2026

Setelah pembicaraan di Florida, Trump dan Zelensky melakukan pembicaraan telepon bersama dengan para pemimpin kunci Eropa. Zelensky mengisyaratkan para pemimpin Eropa kemungkinan akan bergabung dalam pembicaraan lanjutan dengan Trump di Washington pada Januari mendatang.

Trump bahkan menawarkan diri untuk berbicara langsung di depan parlemen Ukraina demi mempromosikan rencana perdamaian ini, sebuah ide yang langsung disambut baik Zelensky. Dengan sisa waktu beberapa minggu sebelum tahun berganti, dunia kini menanti apakah ambisi Trump untuk mengakhiri perang di awal tahun kepresidenannya benar-benar dapat terwujud. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik