Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland Picu Kecaman Dunia Arab

Ferdian Ananda Majni
28/12/2025 14:42
Pengakuan Israel terhadap Somaliland Picu Kecaman Dunia Arab
Warga melambaikan bendera Somaliland saat mereka berkumpul untuk merayakan pengumuman Israel yang mengakui kedaulatan Somaliland di pusat kota Hargeisa, pada Jumat (26/12).(AFP/FARHAN ALELI)

ISRAEL pada Jumat (26/12) lalu menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. Keputusan yang diambil rezim Zionis tersebut memicu kemarahan luas di kalangan negara-negara Arab karena dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas kawasan.

Somaliland memproklamasikan pemisahan diri dari Somalia pada 1991. Namun, hingga kini wilayah tersebut belum memperoleh pengakuan resmi dari komunitas internasional. Meski demikian, Somaliland selama lebih dari tiga dekade berfungsi sebagai entitas yang secara de facto mandiri, dengan sistem pemerintahan, keamanan dan administrasi sendiri, sementara pemerintah pusat Somalia tidak memiliki kendali efektif atas wilayah tersebut.

Pemerintah Somalia secara tegas menolak mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat. Mogadishu memandang wilayah itu sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan nasional Somalia dan menilai setiap bentuk pengakuan atau hubungan langsung dengan Somaliland sebagai pelanggaran terhadap persatuan dan keutuhan wilayah negara.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi pengakuan negaranya terhadap Somaliland. Ia menyatakan bahwa Israel berencana segera memperluas kerja sama bilateral di sektor pertanian, kesehatan, dan teknologi. 

Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menyambut pengakuan tersebut sebagai sebuah momen bersejarah.

Abdullahi menambahkan bahwa Somaliland akan bergabung dengan Kesepakatan Abraham, yang menurutnya merupakan langkah menuju perdamaian regional dan global. 

Ia menegaskan komitmen negaranya untuk membangun kemitraan strategis, meningkatkan kesejahteraan bersama, serta mendorong stabilitas di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"Kedua negara telah sepakat untuk membangun hubungan diplomatik penuh, yang akan mencakup penunjukan duta besar dan pembukaan kedutaan besar," kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dalam sebuah pernyataan di X.

"Saya telah menginstruksikan kementerian saya untuk segera bertindak guna melembagakan hubungan antara kedua negara di berbagai bidang," jelasnya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya