Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jubir Bill Clinton Tuding Gedung Putih Gunakan Mantan Presiden sebagai 'Kambing Hitam' dalam Kasus Epstein

Thalatie K Yani
21/12/2025 09:50
Jubir Bill Clinton Tuding Gedung Putih Gunakan Mantan Presiden sebagai 'Kambing Hitam' dalam Kasus Epstein
Pihak Bill Clinton beraksi keras setelah Gedung Putih merilis foto lama sang mantan presiden bersama Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. Tudingan "kambing hitam" mencuat.(Media Sosial X)

KETEGANGAN politik di Amerika Serikat meningkat setelah Departemen Kehakiman merilis ribuan dokumen dan foto terkait mendiang predator seksual Jeffrey Epstein. Juru bicara mantan Presiden Bill Clinton menuduh Gedung Putih sengaja menjadikan Clinton sebagai "kambing hitam" untuk menutupi agenda mereka sendiri.

Reaksi keras ini muncul setelah sejumlah foto yang memperlihatkan Clinton bersama Epstein dan Ghislaine Maxwell dirilis sebagai bagian dari perintah Kongres. Salah satu foto yang dikeluarkan ialah foto Clinton di kolam renang bersama seorang perempuan yang wajahnya disensor. Foto-foto tersebut juga menunjukkan momen makan malam yang dihadiri tokoh publik seperti Mick Jagger.

Tudingan Pengalihan Isu

Melalui pernyataan resmi di platform X, juru bicara Clinton mengecam waktu perilisan dokumen yang dilakukan pada Jumat malam. Ia menilai langkah tersebut merupakan upaya untuk melindungi kepentingan pemerintahan saat ini dari pengungkapan informasi yang lebih sensitif di masa depan.

“Gedung Putih tidak menyembunyikan file-file ini selama berbulan-bulan hanya untuk membuangnya pada Jumat malam demi melindungi Bill Clinton,” bunyi pernyataan tersebut. “Ini adalah upaya membentengi diri mereka sendiri dari apa yang akan terjadi selanjutnya, atau dari apa yang akan mereka coba sembunyikan selamanya. Jadi mereka bisa merilis foto buram berusia 20 tahun lebih sebanyak yang mereka mau, tapi ini bukan tentang Bill Clinton. Tidak pernah, dan tidak akan pernah.”

Juru bicara Angel Ureña juga menegaskan posisi Clinton dalam skandal ini. Ia membagi orang-orang yang terlibat ke dalam dua kelompok: mereka yang tidak tahu apa-apa dan memutuskan hubungan sebelum kejahatan Epstein terungkap, serta mereka yang tetap menjalin hubungan setelahnya. “Kami berada di kelompok pertama. Semua orang, terutama pendukung MAGA, mengharapkan jawaban, bukan kambing hitam,” tegas Ureña.

Serangan di Media Sosial

Di sisi lain, pejabat Gedung Putih justru memanfaatkan foto-foto tersebut untuk menyerang Clinton secara terbuka di media sosial. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengunggah foto Clinton di kolam renang dengan keterangan "Oh my!". Sementara itu, Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menyindir Clinton dengan sebutan "Slick Willy" melalui unggahan di platform X.

Meski catatan menunjukkan Epstein mengunjungi Gedung Putih setidaknya 17 kali selama masa kepresidenan Clinton dan sang mantan presiden pernah bepergian dengan jet pribadi Epstein ke Asia dan Afrika untuk kegiatan yayasannya, Clinton tidak pernah didakwa secara resmi atas kesalahan apa pun terkait Epstein.

Agenda Deposisi di Kongres

Perilisan foto ini terjadi di tengah rencana Komite Pengawas DPR AS untuk memanggil Bill dan Hillary Clinton guna memberikan keterangan terkait hubungan mereka dengan Epstein. Deposisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 dan 14 Januari mendatang.

Ketua Komite, James Comer, telah mengancam akan melakukan proses hukum atas penghinaan jika pasangan tersebut mangkir dari jadwal deposisi yang telah ditentukan. Donald Trump sendiri terus mendesak Departemen Kehakiman dan FBI untuk menyelidiki keterlibatan Clinton dalam skandal ini, sebuah langkah yang dinilai lawan politiknya sebagai upaya untuk mengarahkan skandal Epstein sebagai isu yang hanya berkaitan dengan Partai Demokrat. (The guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya