Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN politik di Amerika Serikat meningkat setelah Departemen Kehakiman merilis ribuan dokumen dan foto terkait mendiang predator seksual Jeffrey Epstein. Juru bicara mantan Presiden Bill Clinton menuduh Gedung Putih sengaja menjadikan Clinton sebagai "kambing hitam" untuk menutupi agenda mereka sendiri.
Reaksi keras ini muncul setelah sejumlah foto yang memperlihatkan Clinton bersama Epstein dan Ghislaine Maxwell dirilis sebagai bagian dari perintah Kongres. Salah satu foto yang dikeluarkan ialah foto Clinton di kolam renang bersama seorang perempuan yang wajahnya disensor. Foto-foto tersebut juga menunjukkan momen makan malam yang dihadiri tokoh publik seperti Mick Jagger.
Melalui pernyataan resmi di platform X, juru bicara Clinton mengecam waktu perilisan dokumen yang dilakukan pada Jumat malam. Ia menilai langkah tersebut merupakan upaya untuk melindungi kepentingan pemerintahan saat ini dari pengungkapan informasi yang lebih sensitif di masa depan.
“Gedung Putih tidak menyembunyikan file-file ini selama berbulan-bulan hanya untuk membuangnya pada Jumat malam demi melindungi Bill Clinton,” bunyi pernyataan tersebut. “Ini adalah upaya membentengi diri mereka sendiri dari apa yang akan terjadi selanjutnya, atau dari apa yang akan mereka coba sembunyikan selamanya. Jadi mereka bisa merilis foto buram berusia 20 tahun lebih sebanyak yang mereka mau, tapi ini bukan tentang Bill Clinton. Tidak pernah, dan tidak akan pernah.”
Juru bicara Angel Ureña juga menegaskan posisi Clinton dalam skandal ini. Ia membagi orang-orang yang terlibat ke dalam dua kelompok: mereka yang tidak tahu apa-apa dan memutuskan hubungan sebelum kejahatan Epstein terungkap, serta mereka yang tetap menjalin hubungan setelahnya. “Kami berada di kelompok pertama. Semua orang, terutama pendukung MAGA, mengharapkan jawaban, bukan kambing hitam,” tegas Ureña.
Di sisi lain, pejabat Gedung Putih justru memanfaatkan foto-foto tersebut untuk menyerang Clinton secara terbuka di media sosial. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengunggah foto Clinton di kolam renang dengan keterangan "Oh my!". Sementara itu, Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menyindir Clinton dengan sebutan "Slick Willy" melalui unggahan di platform X.
Meski catatan menunjukkan Epstein mengunjungi Gedung Putih setidaknya 17 kali selama masa kepresidenan Clinton dan sang mantan presiden pernah bepergian dengan jet pribadi Epstein ke Asia dan Afrika untuk kegiatan yayasannya, Clinton tidak pernah didakwa secara resmi atas kesalahan apa pun terkait Epstein.
Perilisan foto ini terjadi di tengah rencana Komite Pengawas DPR AS untuk memanggil Bill dan Hillary Clinton guna memberikan keterangan terkait hubungan mereka dengan Epstein. Deposisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 dan 14 Januari mendatang.
Ketua Komite, James Comer, telah mengancam akan melakukan proses hukum atas penghinaan jika pasangan tersebut mangkir dari jadwal deposisi yang telah ditentukan. Donald Trump sendiri terus mendesak Departemen Kehakiman dan FBI untuk menyelidiki keterlibatan Clinton dalam skandal ini, sebuah langkah yang dinilai lawan politiknya sebagai upaya untuk mengarahkan skandal Epstein sebagai isu yang hanya berkaitan dengan Partai Demokrat. (The guardian/Z-2)
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap peran Jeffrey Epstein dalam mengatur hubungan asmara Kimbal Musk, adik Elon Musk, dengan seorang perempuan di jaringannya.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menuntut transparansi penuh dari Menteri Perdagangan Howard Lutnick terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Tekanan anggota parlemen memaksa Departemen Kehakiman AS membuka nama-nama yang sebelumnya disensor dalam file kasus Jeffrey Epstein, termasuk miliarder dan taipan.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Ghislaine Maxwell menolak menjawab pertanyaan Komite Pengawas DPR AS terkait skandal Jeffrey Epstein. Ia justru gunakan momen ini untuk mengincar pengampunan.
Dokumen terbaru dari berkas Jeffrey Epstein mengungkap email Ghislaine Maxwell yang mengonfirmasi keaslian foto Pangeran Andrew bersama Virginia Giuffre.
Berkas terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap rincian penyelidikan FBI terhadap David Copperfield dan dugaan hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Todd Blanche menyatakan penyelidikan kasus Jeffrey Epstein-Ghislaine Maxwell telah berakhir. Namun, politisi Demokrat menuduh Departemen Kehakiman masih menyembunyikan dokumen.
Dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap komunikasi intim Ghislaine Maxwell dengan lingkaran dalam Bill Clinton. DPR AS kini bersiap mempidanakan sang mantan presiden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved