Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Rusia Sebut Ukraina Kehilangan 500 Ribu Personel, Kiev Klaim Kemajuan di Pokrovsk

Haufan Hasyim  Salengke
18/12/2025 18:12
Rusia Sebut Ukraina Kehilangan 500 Ribu Personel, Kiev Klaim Kemajuan di Pokrovsk
Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov.(Sputnik)

RUSIA mengeklaim telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan tempur Ukraina sepanjang 2024. Di sisi lain, Ukraina melaporkan keberhasilan taktis di garis depan.

Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, dalam rapat kementerian yang dihadiri Presiden Vladimir Putin, Rabu (17/12), mengeklaim bahwa kemampuan tempur Ukraina telah merosot hingga sepertiga dibandingkan tahun lalu. Belousov menyebut Ukraina kehilangan hampir 500.000 personel sepanjang tahun ini saja.

Menurutnya, skala kerugian yang masif ini membuat Kiev kehilangan kemampuan untuk mengisi kembali satuan tempurnya, meskipun telah menerapkan mobilisasi paksa terhadap warga sipil.

"Ukraina telah kehilangan lebih dari 103.000 unit senjata dan peralatan militer tahun ini, termasuk sekitar 5.500 peralatan manufaktur Barat," ujar Belousov. Angka ini hampir dua kali lipat dari total kerugian yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Klaim Rusia tersebut menyoroti tantangan domestik yang dihadapi Kiev. Sejak menurunkan usia wajib militer dari 27 ke 25 tahun, Ukraina menghadapi hambatan besar dalam perekrutan.

Berbagai laporan menunjukkan adanya resistensi dari warga sipil terhadap proses mobilisasi yang dinilai semakin agresif. Sejumlah komandan garis depan Ukraina pun mengakui bahwa kekurangan personel menjadi salah satu faktor utama yang memfasilitasi gerak maju pasukan Rusia di beberapa titik.

Sementara di sisi lain, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, menyatakan bahwa pasukannya berhasil merebut kembali kendali atas wilayah seluas 16 kilometer persegi di bagian utara Pokrovsk.

Keberhasilan ini dianggap krusial mengingat Pokrovsk merupakan pusat logistik strategis yang menjadi target utama serangan Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Keberhasilan taktis ini menunjukkan bahwa meskipun di bawah tekanan hebat, Ukraina masih memiliki kapasitas untuk melakukan serangan balik yang efektif.

Di tengah klaim data dari kedua pihak sulit diverifikasi secara independent, situasi di Pokrovsk dan krisis personel di Kiev menunjukkan bahwa perang telah memasuki fase yang sangat menentukan bagi keberlangsungan kedaulatan Ukraina maupun ambisi teritorial Rusia. (Russia Today/ The Kyiv Independent/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya