Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pendukung Trump Mulai Mengeluh soal Biaya Hidup

Ferdian Ananda Majni
11/12/2025 10:03
Pendukung Trump Mulai Mengeluh soal Biaya Hidup
Pendukung Donald Trump.(AFP/MICHAEL M SANTIAGO )

PARA pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai melontarkan keluhan karena merasakan langsung kenaikan harga kebutuhan yang membuat biaya hidup semakin berat. Trump pun memberikan tanggapan terhadap keresahan tersebut.

Ratusan simpatisan, sebagian besar mengenakan topi rajut merah bertuliskan Make America Great Again, memadati sebuah kasino di wilayah pinggiran Pennsylvania pada Selasa (9/12) waktu setempat. Mereka datang untuk mendengarkan langsung penjelasan sang presiden mengenai arah kebijakan ekonominya.

Di tengah tekanan internal Partai Republik, Trump mulai mengubah narasinya terkait inflasi. Ia kini mengakui adanya masalah keterjangkauan, setelah sebelumnya sempat menyepelekan isu tersebut sebagai penipuan.

Kehadiran Trump di Mount Airy Casino Resort pada Selasa (9/12) menjadi bagian dari upaya memperkuat pesan bahwa pemerintahannya tengah berupaya menurunkan inflasi. Sorak-sorai pendukung menggema ketika Trump menyatakan harga-harga di AS telah menurun sangat drastis.

Seperti dalam pidato-pidato sebelumnya, Trump kembali menuding mantan Presiden Joe Biden sebagai penyebab utama tantangan ekonomi saat ini. Bahkan seorang wanita pendukung yang hadir meneriakkan, "Saya benci Joe Biden!".

Meski banyak pendukung mengaku merasakan kenaikan harga, mereka menilai situasi tersebut bukan tanggung jawab Trump sepenuhnya. Brianna Shay, 26, salah satu pendukungnya mengatakan kepada AFP bahwa peningkatan biaya memang terasa nyata.

"Secara pribadi, iya, harga memang tinggi saat ini tetapi keadaan harus memburuk sebelum membaik," ujar Shay yang membawa poster bertuliskan "Trump Memberi Kita Harapan".

Ia juga menyalahkan pemerintahan sebelumnya, sejalan dengan narasi Trump. "Sangat disayangkan, presiden sebelumnya benar-benar telah merugikan kita, sangat buruk," tambahnya.

Menurut Shay, publik harus memberi waktu bagi Trump untuk memperbaiki keadaan. 

"Saya pikir orang-orang akan mampu untuk kembali hidup dengan layak. Tetapi dia baru menjabat sebagai presiden kurang dari setahun. Anda tahu dia tidak bisa memperbaiki semua itu dalam waktu kurang dari setahun," kata perempuan yang bekerja sebagai administrator pendidikan publik tersebut.

Pendukung lain, Tevin Dix, meyakini kebijakan Trump akan memberikan hasil positif. Ia menilai strategi tarif besar-besaran terhadap negara mitra dagang AS masih merupakan langkah yang tepat. "Jika tarif terus diberlakukan dan mendorong negara-negara lainnya untuk mengembalikan lapangan kerja dan mempekerjakan lebih banyak warga Amerika," ujarnya optimis.

Survei menunjukkan banyak warga AS menyalahkan kebijakan tarif atas tingginya biaya hidup, yang turut membuat tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di level terendah sejak ia kembali menjabat pada Januari.

Meski demikian, di tengah kekhawatiran ekonomi, para pendukung Trump di Pennsylvania tetap memberikan dukungan kuat, terutama karena mereka menilai sang presiden berhasil menjalankan kebijakan lain yang mereka anggap penting, termasuk langkah tegas terhadap isu migrasi. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya