Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Siap Serahkan Proposal Perdamaian Baru ke AS

Thalatie K Yani
10/12/2025 05:42
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Siap Serahkan Proposal Perdamaian Baru ke AS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Kiev siap menyerahkan proposal perdamaian yang telah diperbarui kepada Amerika Serikat, sambil membahas tiga dokumen utama.(Media Sosial X)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Ukraina kemungkinan akan menyerahkan proposal perdamaian versi terbaru kepada Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat. “Kami bekerja hari ini dan kami akan bekerja besok. Saya pikir kami akan menyerahkannya besok,” ujarnya.

Sebelumnya, Zelensky mengatakan Ukraina bersama sekutu Eropa hampir menyelesaikan penyempurnaan proposal tersebut. Selesainya proposal itu setelah pembahasan di London  dengan para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman.

Tiga Dokumen yang Dibahas dengan AS dan Eropa

Berbicara kepada jurnalis melalui pesan audio dari pesawatnya, Zelensky menjelaskan ada tiga dokumen utama yang saat ini dibahas antara Kiev, Washington, dan negara-negara Eropa.

  • Dokumen pertama berisi kerangka 20 poin yang terus berkembang.
  • Dokumen kedua membahas jaminan keamanan bagi Ukraina.
  • Dokumen ketiga menyangkut rencana pemulihan Ukraina, yang menurut Zelensky baru dapat dijalankan setelah perang berakhir atau setelah tercapai gencatan senjata.

Zelensky kembali menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah mana pun yang saat ini diduduki Rusia. Ia menekankan perlunya memastikan pertemuan tingkat pimpinan antara Ukraina dan Amerika Serikat dapat digelar dalam beberapa minggu mendatang. “Dalam minggu depan, atau mungkin dalam waktu satu minggu,” katanya.

Pemilu Ukraina dalam 60-90 Hari Jika Keamanan Terjamin

Zelensky juga membuka kemungkinan digelarnya pemilu dalam 60 hingga 90 hari, dengan catatan Amerika Serikat dan Eropa dapat menjamin keamanan penyelenggaraan pemungutan suara. Ia mengatakan telah meminta anggota parlemen Ukraina menyiapkan rancangan aturan mengenai kemungkinan penyelenggaraan pemilu di masa darurat militer.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan dalam wawancara dengan Politico bahwa “sudah saatnya” Ukraina menggelar pemilu.

Menanggapi hal itu, Zelensky menegaskan keputusan mengenai pemilu adalah hak rakyat Ukraina. “Ini adalah urusan rakyat Ukraina, bukan rakyat negara lain,” katanya. “Dengan segala hormat kepada para mitra kami, saya akan mengatakan terus terang bahwa saya siap untuk pemilu.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik