Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Proposal AS untuk Perdamaian Ukraina Dinilai Rusia Banget

Dhika Kusuma Winata
23/11/2025 16:05
Proposal AS untuk Perdamaian Ukraina Dinilai Rusia Banget
Bagian luar Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (4/11/2025).(Xinhua)

PEMERINTAH Amerika Serikat menegaskan rancangan penyelesaian konflik Ukraina yang tengah dibahas merupakan kebijakan resmi Washington. AS membantah pernyataan sejumlah senator yang menyebut dokumen itu sekadar menuruti keinginan Rusia.

Perundingan akan digelar di Swiss pada Minggu waktu setempat. Namun, kontroversi mencuat setelah bocornya proposal 28 butir yang memuat konsesi besar kepada Moskow, termasuk penyerahan wilayah yang sejak lama diklaim Rusia.

Kebingungan Setelah Bocornya Dokumen 28 Butir

Rancangan tersebut memicu kebingungan, terlebih Presiden Donald Trump mendorong Kyiv agar menerima rencana itu dalam hitungan hari.

Gelombang kritik datang, termasuk dari internal Amerika seperti senator Mike Rounds (Republik), Angus King (independen), dan Jeanne Shaheen (Demokrat). Mereka mengklaim dokumen proposal itu bukanlah posisi resmi AS.

Rounds menyebut proposal tersebut sejatinya bukan usulan Amerika melainkan dokumen yang berasal dari pihak yang mewakili Rusia lalu diberikan kepada utusan diplomatik Trump, Steve Witkoff. 

“Ini bukan rekomendasi kami (AS). Ini bukan rencana perdamaian kami,” ujar Rounds.

King menguatkan pernyataan itu dengan menyebut proposal yang bocor pada dasarnya ialah wishlist alias daftar keinginan Rusia yang kini diserahkan kepada Eropa dan Ukraina. Rancangan itu antara lain menuntut Kyiv menyerahkan wilayah, memangkas kekuatan militer, dan berjanji tak akan bergabung dengan NATO.

Pembelaan Menlu AS Marco Rubio atas Dokumen Rancangan

Menlu AS Marco Rubio menegaskan proposal itu disusun oleh AS dan merupakan kerangka kuat untuk negosiasi lanjutan. Dia mengklaim rancangan tersebut disusun berdasarkan masukan dari pihak Rusia, namun juga dari Ukraina.

Sebaliknya, Shaheen dan Rounds mengaku sempat berbicara langsung dengan Rubio. Menurut senator AS tersebut, rancangan dokumennya tidak tampak seperti sesuatu yang lazim keluar dari pemerintah AS, terutama dari gaya penulisannya. Bahkan, ditengarai drafnya awalnya seperti ditulis dalam bahasa Rusia.

“Semua pihak ingin perang ini berakhir, tetapi penyelesaiannya harus adil, menghormati integritas dan kedaulatan Ukraina, tidak memberi hadiah bagi agresi, serta menjamin keamanan yang memadai,” ujar senator King.

Kekhawatiran Terkait Konsesi kepada Rusia dan Dampaknya bagi Ukraina

Sejumlah senator lain, termasuk dari Partai Republik, juga mengkritik keras rancangan itu. Mereka menilai Washington tidak akan mencapai perdamaian berkelanjutan apabila memberikan konsesi demi konsesi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang dapat melemahkan kemampuan Kyiv membela diri. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya