Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Macron Peringatkan Zelensky, AS Berpotensi Mengkhianati Ukraina

Thalatie K Yani
05/12/2025 05:57
Macron Peringatkan Zelensky, AS Berpotensi Mengkhianati Ukraina
Emmanuel Macron disebut memperingatkan Volodymyr Zelensky bahwa AS bisa “mengkhianati Ukraina” terkait isu wilayah tanpa jaminan keamanan yang jelas. (Media Sosial X)

MAJALAH Jerman Der Spiegel melaporkan adanya peringatan serius dari Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait arah pembicaraan damai yang melibatkan Amerika Serikat. Mengutip catatan berbahasa Inggris dari panggilan telepon beberapa pemimpin Eropa, Macron disebut mengatakan “ada kemungkinan AS akan mengkhianati Ukraina soal wilayah tanpa kejelasan jaminan keamanan.”

Laporan itu menyebut para pemimpin Eropa dalam panggilan telepon tersebut mengungkapkan keraguan mendasar terhadap pendekatan Washington dalam proses negosiasi. Macron menilai situasi diplomatik saat ini berada dalam fase yang “sangat berbahaya” bagi Ukraina. Kanselir Jerman Friedrich Merz dikutip menambahkan Zelensky harus “sangat berhati-hati”.

"Mereka sedang mempermainkan kita berdua,” kata Merz merujuk pada kunjungan diplomatik ke Moskow yang dilakukan utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, bersama menantunya, Jared Kushner, pada pekan yang sama.

Menurut Der Spiegel, sejumlah pemimpin lain turut menyampaikan keprihatinan. Perdana Menteri Finlandia, Alexander Stubb, yang dikenal dekat dengan Trump melalui kegiatan golf, dilaporkan mengingatkan bahwa “we must not leave Ukraine and Volodymyr alone with these guys.”

Sekjen NATO, Mark Rutte juga dikabarkan sependapat Eropa perlu “melindungi Volodymyr”.

Majalah tersebut menyatakan telah berbicara dengan beberapa peserta panggilan, dan dua di antaranya disebut mengonfirmasi bahwa kutipan dalam catatan ringkasan itu “diterjemahkan dengan akurat”.

Pihak Zelensky, Merz, dan Rutte menolak berkomentar, sementara istana Élysée membantah kutipan yang dikaitkan dengan Macron.

Laporan itu muncul setelah Washington merilis proposal 28 poin untuk menghentikan perang di Ukraina tanpa melibatkan sekutu Eropa. Rencana tersebut menuai kritik karena dinilai terlalu mencerminkan tuntutan maksimalis Moskow.

Gelombang diplomasi pun berlanjut. Setelah perundingan AS-Ukraina di Jenewa dan Florida, Witkoff dan Kushner bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin selama lima jam di Kremlin. Witkoff dijadwalkan melanjutkan pertemuan dengan Kepala Dewan Keamanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, di Miami.

Di Jerman, Menteri Pertahanan Boris Pistorius memperingatkan perdamaian yang dipaksakan akan menjadi “bencana” bagi Ukraina dan keamanan Eropa. Ia mendesak negara-negara Eropa untuk tidak mengendurkan dukungan mereka.

Dalam opini di Frankfurter Allgemeine Zeitung, Merz menekankan perlunya penggunaan aset-aset negara Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina. Ia menegaskan bahwa masa depan kemandirian Eropa ditentukan oleh keputusan yang diambil saat ini. “Apa yang kami putuskan sekarang akan menentukan masa depan Eropa,” ujarnya. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik