Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

23 Orang Terluka Saat Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang Utara

Thalatie K Yani
09/12/2025 06:23
23 Orang Terluka Saat Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Jepang Utara
Lebih dari 20 orang terluka, layanan transportasi terganggu, dan sejumlah fasilitas diperiksa keamanannya akibat gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang lepas pantai Aomori.(USGS)

GEMPA bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin malam. Lebih dari 20 orang dan memicu tsunami setinggi hingga 70 sentimeter di sejumlah komunitas pesisir Pasifik, menurut pejabat setempat.

Pemerintah Jepang masih menilai kerusakan akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 23.15 waktu setempat di Samudra Pasifik, sekitar 80 kilometer dari pesisir Aomori, prefektur paling utara di Pulau Honshu.

“Saya belum pernah merasakan guncangan sebesar ini,” kata pemilik toko serba ada, Nobuo Yamada, kepada NHK di Kota Hachinohe, Aomori. Ia menambahkan “untungnya” aliran listrik di daerahnya masih berfungsi.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat tsunami setinggi 70 sentimeter di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate, sementara gelombang hingga 50 sentimeter terdeteksi di beberapa wilayah pesisir lain. JMA awalnya mengeluarkan peringatan potensi tsunami setinggi 3 meter, yang kemudian diturunkan menjadi imbauan.

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana melaporkan 23 orang terluka, termasuk satu dalam kondisi serius. NHK melaporkan sebagian besar korban mengalami cedera akibat tertimpa benda jatuh, termasuk beberapa orang di sebuah hotel di Hachinohe. Di wilayah Tohoku, seorang pria mengalami luka ringan setelah mobilnya terperosok ke lubang.

Chief Cabinet Secretary Minoru Kihara meminta warga mengungsi ke tempat lebih tinggi hingga imbauan dicabut. Ia menyebut sekitar 800 rumah mengalami pemadaman listrik, sementara layanan kereta cepat Shinkansen serta beberapa jalur lokal dihentikan sementara.

Sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut melakukan pemeriksaan keselamatan. Otoritas Regulasi Nuklir melaporkan sekitar 450 liter air tumpah dari area pendingin bahan bakar bekas di fasilitas pemrosesan ulang bahan bakar nuklir Rokkasho di Aomori, namun level air tetap normal dan tidak menimbulkan kekhawatiran keselamatan.

Sekitar 480 warga mengungsi di Pangkalan Udara Hachinohe, sementara 18 helikopter pertahanan dikerahkan untuk menilai kerusakan, kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi. NHK juga melaporkan sekitar 200 penumpang terdampar semalam di Bandara New Chitose, Hokkaido.

JMA memperingatkan potensi gempa susulan dalam beberapa hari mendatang, termasuk sedikit peningkatan risiko gempa berskala 8 dan tsunami di sepanjang wilayah timur laut Jepang, dari Chiba hingga Hokkaido. Warga di 182 kotapraja diminta memastikan kesiapsiagaan darurat mereka.

Satoshi Kato, wakil kepala sekolah menengah di Hachinohe, mengatakan kepada NHK bahwa barang-barang pecah berantakan di rumahnya saat gempa terjadi. Ia mengemudi menuju sekolah yang ditunjuk sebagai tempat evakuasi dan menemukan kepanikan warga menyebabkan macet dan kecelakaan. Hingga ia tiba, belum ada warga yang datang mengungsi.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah membentuk satuan tugas darurat untuk menilai kerusakan. “Kami mengutamakan keselamatan warga dan melakukan segala yang kami bisa,” ujarnya. (Japan Today/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya