Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Usai Ajukan Grasi, Netanyahu Muncul di Pengadilan Tel Aviv

Irvan Sihombing
02/12/2025 13:15
Usai Ajukan Grasi, Netanyahu Muncul di Pengadilan Tel Aviv
PM Israel Benjamin Netanyahu.(Antara/Xinhua)

PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menjadi sorotan setelah hadir di Pengadilan Distrik Tel Aviv pada Senin (1/12). Ini merupakan penampilan pertamanya di pengadilan sejak mengajukan pengampunan terkait dengan kasus korupsi yang lama membelitnya.

Sehari sebelum kehadirannya itu, Netanyahu secara resmi meminta pengampunan atas dakwaan korupsi yang menimpanya selama bertahun-tahun. Tindakannya tersebut segera memicu perpecahan besar di kalangan masyarakat Israel.

Permintaan pengampunan tersebut disambut dengan reaksi beragam. Sebagian masyarakat mendukung, namun kelompok oposisi menyatakan penolakan kecuali Netanyahu bersedia mengakui bersalah atas dakwaan yang ada dan mundur dari panggung politik.

Menurut laporan dari Channel 12, sidang Netanyahu dimulai pada hari Senin sesuai jadwal. Disebutkan pula bahwa para hakim tidak menyinggung permintaan grasi yang telah diajukan.

Lebih jauh diinformasikan bahwa Netanyahu meminta agar sidangnya ditunda hingga hari Selasa, dengan alasan "komitmen diplomatik dan keamanan." Permintaan penundaan ini akan dipertimbangkan oleh majelis hakim.

Kasus yang Menjerat Netanyahu

Benjamin Netanyahu menghadapi serangkaian dakwaan serius, termasuk korupsi, suap, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah yang dikenal sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000. Jika terbukti bersalah, kasus-kasus ini berpotensi menyeretnya ke balik jeruji besi. 

Hingga saat ini, Netanyahu terus membantah semua dakwaan yang ditujukan kepadanya. Berikut rincian singkat ketiga kasus korupsi utama yang melibatkan Netanyahu:

  • Kasus 1000: Dugaan Netanyahu dan keluarganya menerima hadiah bernilai tinggi dari para pengusaha. Sebagai imbalan, Netanyahu diduga memberikan bantuan di berbagai sektor kepada para pemberi hadiah.
  • Kasus 2000: Menuduh Netanyahu melakukan negosiasi dengan Arnon Mozes, penerbit harian Yediot Aharonot, untuk mendapatkan liputan media yang positif demi kepentingan politiknya.
  • Kasus 4000: Kasus paling kompleks ini menyangkut dugaan Netanyahu memberikan keuntungan kepada Shaul Elovitch, yang merupakan mantan pemilik situs berita Walla! dan mantan eksekutif perusahaan telekomunikasi Bezeq, lagi-lagi sebagai imbalan untuk liputan media yang menguntungkan. (WAFA/Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya