Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL mengumumkan pada Minggu (23/11) malam bahwa Haitham Tabtabai tewas dalam operasi militernya di ibu kota Libanon.
Serangan yang terjadi di kawasan selatan Beirut itu mengakibatkan lima orang tewas dan 28 lainnya terluka menurut otoritas setempat. Ini menjadi serangan pertama Israel di wilayah Beirut sejak Juni lalu.
Hizbullah sebelumnya menyebut bahwa seorang tokoh perlawanan kemungkinan termasuk di antara korban, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Wakil ketua dewan politik Hizbullah, Mahmoud Qamati, menyampaikan peringatan soal potensi meningkatnya ketegangan. "Pimpinan Hizbullah sedang mempelajari respons tersebut dan akan mengambil keputusan yang tepat. Serangan hari ini di pinggiran selatan Libanon membuka pintu bagi eskalasi serangan di seluruh Libanon," ujarnya di lokasi kejadian.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan komitmen negaranya untuk terus menyerang ancaman dari Hizbullah. "Kami akan terus bertindak tegas untuk mencegah segala ancaman terhadap penduduk di utara dan negara Israel," katanya dalam pernyataan resmi.
Sementara itu, Presiden Libanon Joseph Aoun mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Israel mengabaikan kesepakatan gencatan senjata. Ia meminta komunitas internasional untuk intervensi secara tegas dan serius guna menghentikan serangan terhadap Libanon dan rakyatnya.
Tabtabai dikenal sebagai pemimpin unit elit Radwan Hizbullah dan dianggap sebagai penerus Ibrahim Akil, yang tewas dalam serangan Israel pada September 2024 bersama sejumlah pemimpin senior kelompok tersebut, termasuk Hassan Nasrallah.
Militer Israel menyatakan bahwa Tabtabai memimpin sebagian besar unit Hizbullah dan bekerja keras untuk mengembalikan mereka ke kesiapan perang dengan Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel menambahkan bahwa operasi ini dilakukan menyusul dugaan pelanggaran gencatan senjata berulang kali oleh Hizbullah.
Serangan terbaru ini menambah ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan Hizbullah, memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke wilayah lain di Libanon. (Euronews/Fer/I-1)
Tiga personel Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon mengalami luka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Libanon selatan
Wisma Putra menyatakan undang-undang tersebut jelas bersifat diskriminatif terhadap rakyat Palestina dan menghapuskan segala bentuk kebijaksanaan kehakiman.
JDF Asia Pasifik juga mendesak langkah konkret komunitas internasional untuk menghentikan implementasinya.
KEPALA Staf Angkatan Darat Israel yang baru Mayor Jenderal (Purn.) Eyal Zamir yang juga merupakan mantan Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan mulai menjabat, Rabu (1/4).
Mereka menggarisbawahi bahwa undang-undang itu merupakan eskalasi yang berbahaya, terutama penerapannya yang diskriminatif terhadap tahanan Palestina.
Mereka juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz umumkan rencana penghancuran desa di perbatasan Libanon dan pembentukan zona penyangga hingga Sungai Litani.
Pemerintah Jerman mengecam keras serangan yang menewaskan tiga personel UNIFIL asal Indonesia di Libanon dan mendesak semua pihak menahan diri.
DUA prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNIFIL, kembali gugur di Libanon.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendesak pemerintah melakukan evaluasi termasuk opsi penarikan pasukan setelah seorang prajurit TNI anggota UNIFIL tewas di Libanon
SEORANG anggota misi penjaga perdamaian PBB UNIFIL tewas setelah sebuah proyektil meledak di salah satu pos mereka di dekat desa Adchit Al-Qusayr, Libanon selatan, pada Minggu (29/3).
Tiga jurnalis tewas akibat serangan udara Israel di Libanon Selatan, Sabtu (28/3). CPJ kecam keras tuduhan Israel yang menyebut jurnalis sebagai kombatan tanpa bukti sah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved