Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Keluarga Bayi Meninggal Akibat Diduga Gigitan Tikus Tuduh RS Pemerintah India Lalai

Ferdian Ananda Majni
19/11/2025 10:32
Keluarga Bayi Meninggal Akibat Diduga Gigitan Tikus Tuduh RS Pemerintah India Lalai
Ilustrasi(Freepik)

KELUARGA salah satu dari dua bayi perempuan yang meninggal setelah diduga digigit tikus di ruang ICU Rumah Sakit MY (MYH), fasilitas kesehatan milik pemerintah di India, menuding pihak rumah sakit telah lalai dan menyesatkan mereka mengenai penyebab kematian.

Sajid Khan, seorang petani dari Distrik Dewas, mengatakan pihak administrasi MYH tidak pernah memberi tahu bahwa putrinya mengalami gigitan tikus, bahkan setelah sang bayi meninggal pada Rabu (10/9).

Dua Bayi Diduga Digigit Tikus di ICU

Menurut pejabat setempat, dua bayi perempuan yang memiliki kelainan bawaan berat diduga digigit tikus di ICU anak MYH pada malam 31 Agustus hingga 1 September 2025. 

Luka tersebut kemudian disebut sebagai penyebab kematian keduanya. Namun pihak rumah sakit tetap mempertahankan bahwa para bayi meninggal akibat kondisi bawaan yang parah.

Khan mendatangi kantor Pengadilan Distrik Indore bersama anggota organisasi masyarakat Jai Adivasi Yuva Shakti (JAYS) untuk menyampaikan keluhan resmi.

Keluarga Mengaku tidak Pernah Diberi Tahu

"Ketika jenazahnya diserahkan kepada kami, pihak administrasi MYH memberi tahu kami bahwa ia meninggal karena infeksi darah. Kami tidak diberi tahu saat itu bahwa ia digigit tikus di ICU. Kami menolak otopsi dan mengambil jenazahnya," katanya dikutip dari NDTV, Rabu (19/11).

Dia mengatakan bahwa luka gigitan baru terlihat saat kain kafan dan perban dibuka sebelum pemakaman. 

"Luka-luka akibat gigitan tikus terlihat di jari-jari dan telapak tangannya," sebut Khan. 

Menurutnya, kondisi sang istri memburuk setelah mengetahui fakta tersebut.

"Istri saya masih syok mengetahui bagaimana putri kami digigit tikus di ICU MYH dan mengapa dia tidak bisa dirawat di rumah sakit lain?" tambahnya. 

Ia meminta pemerintah menjatuhkan tindakan tegas terhadap pejabat MYH agar kasus serupa tidak terulang.

Pemerintah Negara Bagian Merespons

Hakim Distrik Indore, Shivam Verma, menyatakan pemerintah negara bagian telah mulai menyalurkan kompensasi kepada keluarga dari Distrik Dewas. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah bersikap sensitif terhadap tragedi ini dan akan mengambil tindakan setelah menerima laporan investigasi tingkat negara bagian.

Presiden JAYS, Lokesh Mujalda, dalam pertemuan dengan pejabat administrasi, kembali menuntut pemberhentian sementara sejumlah pejabat senior, termasuk pengawas MYH, serta meminta kasus tersebut diproses sebagai dugaan pembunuhan tidak disengaja. (NDTV/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya