Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Penetapan Cartel de los Soles sebagai Organisasi Teroris Bisa Buka Jalan Serangan ke Venezuela

Thalatie K Yani
17/11/2025 09:25
Penetapan Cartel de los Soles sebagai Organisasi Teroris Bisa Buka Jalan Serangan ke Venezuela
Presiden AS Donald Trump menyatakan penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris buka peluang serangan militer terhadap aset Presiden Venezuela Nicolás Maduro.(Media Sosial X)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing (FTO) akan membuka peluang bagi militer AS untuk mengambil tindakan terhadap kelompok tersebut. Langkah ini dapat memberi wewenang bagi militer Amerika untuk menyasar aset dan infrastruktur Presiden Venezuela Nicolás Maduro di dalam negeri itu.

“Penetapan itu memungkinkan kami melakukan hal tersebut, tetapi kami belum mengatakan akan melakukannya,” ujar Trump kepada wartawan saat berangkat dari Florida menuju Washington. “Kami mungkin akan melakukan beberapa pembicaraan dengan Maduro, dan kita lihat bagaimana hasilnya.”

“Mereka ingin berbicara,” tambah Trump, tanpa memberikan penjelasan detail.

Trump menegaskan pemerintahannya tidak membutuhkan persetujuan Kongres untuk melakukan operasi militer di Venezuela. Namun ia menyatakan tetap mendukung pemberitahuan kepada para legislator.
“Kami senang melibatkan Kongres. Kami menghentikan para pengedar narkoba dan narkoba yang masuk ke negara kami. … Kami tidak perlu mendapat persetujuan mereka. Tetapi saya pikir memberi tahu mereka adalah hal yang baik,” katanya.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Minggu mengumumkan bahwa Cartel de los Soles akan resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris asing mulai 24 November. AS menuduh kartel tersebut dipimpin Presiden Nicolás Maduro serta pejabat tinggi lainnya dalam apa yang disebut sebagai “rezim Maduro yang tidak sah.”

“Baik Maduro maupun kroninya tidak mewakili pemerintah sah Venezuela,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS. Departemen itu juga menuding Cartel de los Soles bersama organisasi teroris lain seperti Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa bertanggung jawab atas aksi kekerasan di kawasan dan penyelundupan narkoba ke AS serta Eropa.

Penetapan ini diumumkan seiring meningkatnya kehadiran militer AS di Karibia, termasuk kedatangan kapal induk terbesar dunia pada Minggu, serta memanasnya hubungan antara Trump dan Maduro.

Pada Juli lalu, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Cartel de los Soles dan menetapkannya sebagai “Specially Designated Global Terrorist,” dengan tuduhan memberikan dukungan material kepada Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa. Menurut Departemen Keuangan, nama kartel tersebut berasal dari lambang matahari (soles) pada seragam sejumlah pejabat militer Venezuela.

Belum Ada Bukti Keterlibatan Maduro

Pada Agustus, Jaksa Agung Pam Bondi mengumumkan hadiah US$50 juta bagi informasi yang dapat membawa Maduro ke pengadilan atas tuduhan narkotika. Namun, hingga kini belum ada bukti konklusif terkait dugaan peran Maduro dalam perdagangan narkoba internasional, dan pemerintah Venezuela membantah keras tuduhan itu.

“Cartel de los Soles, secara definisi, tidak benar-benar ada. Itu adalah ekspresi jurnalistik untuk merujuk dugaan keterlibatan otoritas Venezuela dalam perdagangan narkoba,” kata Phil Gunson, peneliti International Crisis Group yang berbasis di Caracas, sebelumnya kepada CNN.

Namun, Gunson menambahkan bahwa hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya personel militer atau pejabat pemerintah yang terlibat. “Semua ini tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan langsung dari tingkat atas,” ujarnya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya