Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Venezuela Tolak Tuduhan AS soal “Narco-Terorisme” di Tengah Meningkatnya Ancaman Intervensi

Thalatie K Yani
25/11/2025 05:49
Venezuela Tolak Tuduhan AS soal “Narco-Terorisme” di Tengah Meningkatnya Ancaman Intervensi
Ilustrasi(Media Sosial X)

PEMERINTAH Venezuela mengecam keras Amerika Serikat setelah Washington menuduh negara itu mensponsori “narco-terorisme”. Caracas menyebut tuduhan tersebut sebagai “ridiculous hogwash” atau “omong kosong yang menggelikan”, seiring meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan Nicolás Maduro dan kekhawatiran global tentang potensi pecahnya kekerasan di kawasan.

Pada Senin, pemerintahan Donald Trump secara resmi menetapkan kelompok yang disebut “Cartel de los Soles” sebagai organisasi teroris, meski keberadaan kelompok itu banyak diragukan. Langkah tersebut menjadi bagian terbaru dari kampanye tekanan selama empat bulan, yang secara resmi disebut sebagai upaya memerangi perdagangan narkoba, namun dinilai sejumlah pihak sebagai dalih untuk menggulingkan Maduro setelah upaya serupa pada masa jabatan pertama Trump gagal.

Sejak Agustus, AS mengerahkan armada laut besar di lepas pantai utara Venezuela dan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap kapal yang dituduh terkait narkoba di Laut Karibia. Keputusan Departemen Luar Negeri AS yang menuduh Maduro memimpin Cartel de los Soles memunculkan kekhawatiran bahwa langkah itu dapat membuka peluang intervensi militer ke wilayah Venezuela.

Caracas membantah keras tuduhan tersebut. Pemerintah Venezuela menyebut penetapan itu sebagai “a despicable lie” atau “kebohongan keji” yang bertujuan membenarkan “intervensi ilegal dan tidak sah terhadap Venezuela dalam format klasik pergantian rezim ala AS”. Pemerintah juga menegaskan kartel tersebut “tidak ada” dan menyebut tuduhan AS sebagai “fitnah”.

Ketegangan meningkat setelah kapal induk terbesar AS, USS Gerald R. Ford, tiba di Karibia pada pertengahan November, memicu spekulasi komando militer AS tengah mempersiapkan operasi terhadap target di daratan Venezuela.

Sejumlah politisi kiri Eropa, termasuk mantan pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn, mantan Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis, dan anggota parlemen Inggris Richard Burgon, melalui sebuah surat terbuka memperingatkan adanya “ancaman nyata intervensi militer AS di Venezuela”. Mereka menulis jika AS melancarkan serangan, hal itu akan menjadi perang antarnegara pertama yang melibatkan AS di Amerika Selatan. Mereka juga menegaskan operasi-operasi AS sebelumnya di Amerika Latin dengan alasan “perang melawan narkoba” justru membawa “a torrent of bloodshed, dispossession, and destabilisation” atau “banjir pertumpahan darah, pengusiran, dan ketidakstabilan”.

Di tengah situasi yang memanas, setidaknya enam maskapai besar menghentikan atau membatalkan penerbangan ke dan dari Caracas. Peringatan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengenai “peningkatan aktivitas militer di dalam atau sekitar Venezuela” membuat maskapai seperti TAP Portugal, Iberia, Avianca, Gol, Latam, dan Turkish Airlines menangguhkan operasi. Maskapai Venezuela dan Copa Airlines dari Panama masih melanjutkan penerbangan. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya