Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

James Watson, Penemu DNA Meninggal Dunia pada Usia 97 Tahun

Thalatie K Yani
08/11/2025 04:13
James Watson, Penemu DNA Meninggal Dunia pada Usia 97 Tahun
James Watson, ilmuwan Amerika peraih Nobel yang menemukan struktur DNA, meninggal pada usia 97 tahun. (Media Sosial X)

JAMES Watson, ilmuwan penemu struktur DNA, meninggal dunia pada usia 97 tahun. Watson dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam biologi molekuler

Pada 1953, Watson bersama Francis Crick berhasil memetakan struktur heliks ganda DNA, yang menjadi kunci untuk memahami bagaimana DNA mereplikasi diri dan membawa informasi genetik. Penemuan ini membuka jalan bagi perkembangan pesat dalam penelitian genetika dan bioteknologi.

Watson dianugerahi Hadiah Nobel pada 1962, berbagi penghargaan dengan Maurice Wilkins dan Francis Crick atas penemuan struktur DNA. Saat itu, mereka menyatakan, “Kami telah menemukan rahasia kehidupan.”

Namun, reputasinya ternoda oleh komentar kontroversial tentang ras dan kecerdasan. Watson beberapa kali mengaitkan IQ dengan ras tertentu, termasuk pernyataannya pada 2007 kepada Times bahwa ia “pesimis tentang prospek Afrika” karena, menurutnya, “semua kebijakan sosial kami didasarkan pada asumsi bahwa kecerdasan mereka sama dengan kita, padahal semua tes menunjukkan tidak demikian.”

Komentar tersebut membuatnya kehilangan jabatan sebagai Chancellor di Cold Spring Harbor Laboratory, tempat ia bekerja dan meneliti selama puluhan tahun. Pada 2019, setelah kembali membuat pernyataan yang menyinggung hubungan ras dan kecerdasan, institusi itu mencabut semua gelar kehormatan Watson, termasuk Chancellor Emeritus, Oliver R Grace Professor Emeritus, dan Honorary Trustee, dengan menyebut pernyataannya “tidak dapat diterima dan tidak didukung oleh sains.”

Meskipun kontroversial, kontribusi ilmiah Watson tetap berpengaruh besar. Sebelum penemuan Crick dan Watson, DNA telah ditemukan pada 1869, namun struktur molekulnya masih belum diketahui hingga 1943 ketika ilmuwan memahami bahwa DNA adalah materi genetik dalam sel. Dengan bantuan gambar yang diperoleh Rosalind Franklin di King's College, Watson dan Crick berhasil membangun model fisik heliks ganda DNA, meski tanpa sepengetahuan Franklin.

Selain prestasinya dalam sains, Watson sempat menjual medali Hadiah Nobel miliknya seharga $4,8 juta pada 2014, dengan alasan ia merasa dijauhi oleh komunitas ilmuwan akibat komentar kontroversialnya.

Watson meninggalkan warisan yang kompleks: di satu sisi sebagai pionir biologi molekuler yang membuka rahasia kehidupan, di sisi lain sebagai figur yang kontroversial karena pandangan rasial yang menuai kritik luas. Kepergiannya menutup bab panjang dalam sejarah ilmu pengetahuan modern. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik