Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSES ke aplikasi perpesanan populer Telegram dan WhatsApp telah dibatasi di sekitar 40% wilayah Rusia, ungkap proyek pemantauan independen Na Svyazi, Rabu (22/10) waktu setempat.
“Keluhan tentang kinerja aplikasi perpesanan yang tidak stabil semakin meningkat di seluruh Rusia. Tiga puluh empat wilayah telah melaporkan kehilangan kemampuan tidak hanya dalam hal melakukan panggilan, tetapi juga untuk bertukar pesan,” ujar Na Svyazi.
Badan pengawas komunikasi negara Roskomnadzor telah membatasi panggilan suara dan video pada kedua aplikasi tersebut sejak Agustus, sebuah langkah yang dikritik oleh kedua perusahaan.
Namun Rabu, Roskomnadzor mengatakan pihaknya membatasi akses ke WhatsApp dan Telegram karena alasan aktivitas kriminal, menuduh kedua platform tersebut digunakan untuk penipuan dan pemerasan serta merekrut warga Rusia ke dalam aktivitas sabotase dan teroris.
Kemudian, Roskomnadzor menuduh perusahaan-perusahaan tersebut menolak bekerja sama dengan otoritas Rusia dalam memerangi kejahatan ini.
Rusia memiliki 84 wilayah federal, tidak termasuk Krimea yang dianeksasi dan empat wilayah Ukraina yang diduduki sebagian.
Pihak berwenang mulai membatasi akses ke WhatsApp dan Telegram pada Senin, awalnya sebagian besar memengaruhi wilayah selatan.
Pengguna di wilayah Vologda, Kirov, dan Chelyabinsk juga melaporkan masalah terkait, meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Gelombang kedua melanda wilayah-wilayah termasuk Bashkortostan dan wilayah Irkutsk, sementara gelombang ketiga pada Selasa meluas ke 21 wilayah lainnya termasuk Moskow, St. Petersburg, Tatarstan, Yaroslavl, Kaliningrad, dan Yakutia, serta sebagian Timur Jauh Rusia.
WhatsApp kini efektif diblokir di beberapa wilayah Rusia, kata Mikhail Klimarev, kepala Internet Protection Society.
“Aplikasi ini berfungsi dengan baik di seluruh dunia, dengan fluktuasi keluhan pengguna yang normal,” tulisnya di Telegram.
Ia mengatakan pernyataan Roskomnadzor menunjukkan bahwa proses pemblokiran penuh Telegram dan WhatsApp di Rusia sedang berlangsung dan kemungkinan berakhir pada Desember atau Januari, dalam apa yang ia sebut sebagai pengulangan skenario YouTube.
YouTube mulai menghadapi pembatasan akses di Rusia pada pertengahan 2024 dan diblokir sepenuhnya secara nasional pada akhir tahun. Kini, YouTube hanya dapat diakses oleh pengguna dengan koneksi VPN. (Moscow Times/B-3)
Para pelaku penipuan biasanya menjerat calon korban dengan menawarkan kesempatan cuan cepat, undangan ke grup eksklusif, hingga jasa pendampingan trading.
Telegram, salah satu aplikasi pesan instan terpopuler, kini memungkinkan penggunanya untuk mengakses pesan melalui web browser di PC atau komputer tanpa perlu mengunduh aplikasi desktop.
Telegram tersedia di berbagai platform, termasuk Android, iOS, Windows, macOS, Linux, dan Web, dan terkenal karena fitur keamanannya, kecepatan pengiriman pesan
Telegram tidak menghapus saluran-saluran yang menyerukan protes antipemerintah dan serangan teror terhadap kepentingan Moskow, dan karenanya didenda sebesar tujuh juta rubel.
CEO Telegram Pavel Durov turut mengomentari aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI) milik Tiongkok, Deepseek, yang sempat membuat ketar-ketir Amerika Serikat.
YouTube resmi merevisi kebijakan monetisasi iklan bagi kreator di seluruh dunia. Melalui aturan terbaru ini, konten yang membahas isu sensitif seperti aborsi, hingga KDRT
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
YouTube bukan sekadar aplikasi menonton video, tapi platform lengkap untuk hiburan, edukasi, dan kreasi konten.
Akademi Film umumkan YouTube sebagai pemegang hak siar eksklusif Piala Oscar mulai 2029 hingga 2033.
Video-video ini bisa berupa hiburan, edukasi, musik, vlog, tutorial, game, berita, dan banyak jenis lainnya.
Dengan YouTube, pengguna dapat menonton jutaan video dari berbagai kategori hingga mengunggah video sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved