Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan masih menunggu informasi resmi dari pemerintah Peru mengenai perkembangan kasus pembunuhan staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba.
Juru Bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan pihaknya menyadari adanya laporan terbaru di media terkait penyelidikan kasus tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Kemlu akan menunggu notifikasi formal dari otoritas Peru.
"Secara formal, Kementerian Luar Negeri memberi waktu kepada pihak kepolisian dan Kementerian Luar Negeri Peru untuk menyampaikan hasil investigasi mereka secara komprehensif yang akan diterima via KBRI Lima," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (17/9).
Zetro Leonardo Purba, Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima, ditembak orang tak dikenal di dekat kediamannya di kawasan Lince, Lima, pada 1 September malam waktu setempat. Jenazahnya telah menjalani otopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Jenazah Zetro tiba di Indonesia pada 9 September dan disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto. Upacara penghormatan terakhir digelar di Kemenlu RI pada 10 September sebelum dimakamkan di TPU Sari Mulya, Tangerang Selatan.
Perkembangan terbaru dari otoritas Peru menyebutkan, Kepolisian Nasional Peru telah menangkap lima warga negara Venezuela yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut. Penangkapan dilakukan pada 9 September dalam sebuah operasi di distrik San Martin de Porres, Lima.
Dalam operasi itu, polisi menyita sebuah pistol, lima bahan peledak, 10 ponsel, serta sepeda motor yang diduga digunakan pelaku. Menurut laporan media Andina, salah satu tersangka merupakan pemilik sepeda motor yang dipakai saat aksi penembakan.
Sementara itu, media Canal N melaporkan bahwa hasil uji balistik menunjukkan peluru yang ditemukan di tubuh Zetro identik dengan yang berasal dari pistol yang disita polisi.
Polisi Peru menyatakan bahwa para tersangka adalah anggota geng kriminal “Los Maleantes del Cono.”
Informasi mengenai penangkapan tersebut sebelumnya diumumkan melalui media sosial, meski pada awalnya tanpa menyebut identitas kewarganegaraan maupun keterkaitan dengan kasus Zetro. (Fer/I-1)
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, India timur.
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa Board of Peace (Dewan Perdamaian) merupakan inisiatif internasional yang muncul untuk menciptakan perdamaian di Jalur Gaza, Palestina.
Pemulangan 96 Warga Negara Indonesia/Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI) dari Arab Saudi dilakukan sebagai bagian dari upaya pelindungan negara.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan hilang setelah tanah longsor menenggelamkan feri dan merusak kapal penumpang di Sungai Ucayali, Peru.
Sengketa layanan bus menuju Machu Picchu memicu kekacauan dan membuat ribuan turis terdampar.
Sedikitnya 37 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah sebuah bus di Peru jatuh ke jurang sedalam 200 meter di wilayah Arequipa.
Meksiko memberikan suaka politik kepada mantan Perdana Menteri Betssy Chavez, yang tengah diselidiki atas upaya kudeta di Peru pada 2022.
Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden baru Jose Jeri dan anggota Kongres, serta mencabut sejumlah undang-undang yang dinilai memperburuk tingkat kejahatan di negara itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved