Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN diplomatik antara Thailand dan Kamboja memasuki titik nadir setelah kedua negara saling mengusir duta besar masing-masing di tengah memanasnya konflik bersenjata di perbatasan. Langkah itu diambil hanya beberapa jam sebelum pertempuran sengit meletus di perbatasan Thailand-Kamboja pada Kamis (24/7).
Konflik perbatasan Thailand-Kamboja yang terjadi memaksa lebih dari 100 ribu warga sipil mengungsi dan menewaskan belasan orang.
Pemerintah Thailand mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok dan memanggil pulang duta besarnya dari Phnom Penh. Langkah itu menyusul insiden ranjau darat yang melukai lima anggota patroli militer Thailand di wilayah sengketa.
Menanggapi hal itu, Kamboja pun langsung merespons dengan menurunkan hubungan diplomatik ke level terendah. Hampir seluruh diplomat Thailand dipulangkan sedangkan pejabat Kamboja yang tersisa di Bangkok juga ditarik kembali.
Kementerian Dalam Negeri Thailand mengungkapkan lebih dari 100 ribu warga di empat provinsi perbatasan telah dievakuasi ke 300 tempat penampungan sementara.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa jumlah korban jiwa telah meningkat menjadi 14 orang. Sebanyak 13 di antaranya warga sipil dan satu lainnya anggota militer.
Bentrokan terbaru terjadi di enam titik berbeda, termasuk area sekitar dua kompleks candi kuno. Pasukan darat Thailand dan Kamboja terlibat baku tembak. Jet tempur F-16 milik Thailand dikerahkan untuk menghantam sasaran militer di wilayah Kamboja.
Di sisi lain, pasukan Kamboja menembakkan roket dan artileri ke arah Thailand yang menurut pihak Bangkok juga mengenai fasilitas sipil seperti rumah sakit dan stasiun pengisian bahan bakar.
Situasi yang kian memburuk ini mendorong Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, untuk meminta intervensi internasional. Ia secara resmi mengajukan permohonan kepada Dewan Keamanan PBB agar menggelar sidang darurat.
Ketegangan yang membara di kawasan juga memicu keprihatinan sejumlah kekuatan dunia. Amerika Serikat menyerukan penghentian konflik secara segera. Prancis, sebagai bekas penguasa kolonial Kamboja, menyampaikan seruan serupa.
Sementara itu, Uni Eropa dan Tiongkok, yang merupakan mitra dekat Phnom Penh, turut menyatakan keprihatinan mendalam dan mendorong agar kedua negara kembali ke meja perundingan demi mencegah krisis yang lebih luas. (AFP/H-3)
AS dan Tiongkok mencoba mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Bangkok tegaskan gencatan senjata hanya terjadi jika Kamboja tunjukkan niat nyata di lapangan.
PM Thailand Anutin Charnvirakul resmi membubarkan parlemen setelah ketegangan baru di perbatasan dengan Kamboja dan tekanan politik dalam negeri, membuka jalan bagi pemilu dalam 45-60 hari.
Tiga prajurit Thailand tewas dalam bentrokan terbaru dengan Kamboja. Thailand menuduh serangan roket dan drone, serta mengevakuasi 120.000 warga perbatasan.
AS mendesak Thailand dan Kamboja menghentikan kekerasan setelah bentrokan perbatasan menewaskan enam orang, dan meminta kedua pihak patuhi gencatan senjata Oktober.
Thailand memperkuat pertahanan udara dengan mengoperasikan jet tempur modern di tengah ketegangan dengan Kamboja, menegaskan kesiapan militernya di kawasan.
Thailand dan Kamboja akan menandatangani deklarasi bilateral (sering disebut "perjanjian damai") di KTT ASEAN 2025 di Malaysia.
Pemerintah Thailand panggil Dubes Iran, setelah Kapal bulk carrier Thailand, Mayuree Naree, terbakar setelah dihantam proyektil. Tiga kru diduga terjebak di ruang mesin.
Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mulai mengancam stabilitas keamanan energi di Thailand.
Pemerintah Tailan mengumumkan serangkaian langkah penghematan energi untuk instansi pemerintah dan perusahaan milik negara sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia.
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Tim nasional futsal putri Indonesia bermain imbang 4-4 melawan Malaysia di Grup A Kejuaraan Futsal Putri ASEAN 2026 di Thailand. Hasil ini membuat peluang Indonesia ke semifinal semakin berat.
Skuad Garuda Pertiwi akhirnya diberangkatkan ke Negeri Gajah Putih setelah menuntaskan rangkaian pemusatan latihan yang berjalan intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved