Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah memanasnya hubungan Thailand dan Kamboja, Bangkok memperkuat postur militernya dengan mengoperasikan berbagai pesawat tempur canggih untuk menjaga kesiapan pertahanan udara nasional.
Melansir Global Military, Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Royal Thai Air Force/RTAF) menempati peringkat ke-23 dunia dengan 497 pesawat aktif pada 2025, serta tambahan 23 unit yang sedang dalam pemesanan. Armada tersebut mencakup pesawat tempur, pesawat peringatan dini, hingga pesawat angkut.
RTAF dikenal sebagai salah satu angkatan udara paling lengkap dan terlatih di Asia Tenggara. Thailand mengoperasikan 112 pesawat tempur siap siaga, termasuk 28 F-16 dan 11 JAS 39 Gripen buatan Swedia sebagai tulang punggung kekuatan tempur.
Thailand tengah menjalankan program besar untuk mengganti armada F-16 lama. Menurut Lockheed Martin, F-16 generasi terbaru didesain sebagai jet tempur generasi ke-4 dengan radar lebih maju yang meningkatkan kesadaran situasional pilot.
Model ini dibekali fitur penargetan cuaca yang lebih fleksibel dan sistem pengolahan data yang lebih cepat. Dengan teknologi tersebut, pilot memperoleh detail sasaran yang tidak tersedia pada generasi sebelumnya.
Beberapa jet tempur Thailand memiliki jangkauan hingga wilayah Phnom Penh, Kamboja. Jenis yang memiliki kemampuan tersebut di antaranya, Gripen C/D, F-16 A/B eMLU, F-5TH dan T-50TH.
Selain platform jet yang kuat, Thailand juga menggunakan amunisi berpemandu presisi seperti GBU-49, AIM-120 AMRAAM dan AGM-65 Maverick, memperkuat kemampuan serangan udara jarak dekat maupun jarak menengah.
JAS 39 Gripen
F-5
F-16
T-50TH
Dengan komposisi armada tersebut, Thailand mempertegas kesiapan militernya di tengah meningkatnya dinamika keamanan regional. (CNN/Fer/I-1)
AS dan Tiongkok mencoba mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Bangkok tegaskan gencatan senjata hanya terjadi jika Kamboja tunjukkan niat nyata di lapangan.
PM Thailand Anutin Charnvirakul resmi membubarkan parlemen setelah ketegangan baru di perbatasan dengan Kamboja dan tekanan politik dalam negeri, membuka jalan bagi pemilu dalam 45-60 hari.
Tiga prajurit Thailand tewas dalam bentrokan terbaru dengan Kamboja. Thailand menuduh serangan roket dan drone, serta mengevakuasi 120.000 warga perbatasan.
AS mendesak Thailand dan Kamboja menghentikan kekerasan setelah bentrokan perbatasan menewaskan enam orang, dan meminta kedua pihak patuhi gencatan senjata Oktober.
Thailand dan Kamboja akan menandatangani deklarasi bilateral (sering disebut "perjanjian damai") di KTT ASEAN 2025 di Malaysia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved