Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA meluncurkan lebih dari 400 drone dan satu rudal jarak jauh ke empat wilayah penting di Ukraina pada Selasa malam (waktu setempat), dalam serangan terbesar pekan ini. Serangan ini datang di saat parlemen Ukraina menyetujui tambahan anggaran pertahanan di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Menurut Angkatan Udara Ukraina, setidaknya 345 drone berhasil ditembak jatuh. Serangan menyasar sejumlah kota, termasuk Odesa, Kharkiv, Vinnytsia, dan kampung halaman Presiden Volodymyr Zelensky, Kryvyi Rih.
Kepala Administrasi Militer Kryvyi Rih, Oleksandr Vilkul, menyebut serangan itu sebagai yang "terbesar sejak awal perang", melibatkan satu rudal balistik dan 28 drone. Beberapa titik terbakar dan listrik serta pasokan air di kota terputus.
Zelensky menyatakan infrastruktur energi menjadi target utama, dan 15 orang luka-luka. "Rusia tidak mengubah strateginya. Untuk melawan teror ini secara efektif, kita perlu memperkuat pertahanan udara, memperbanyak sistem intersepsi, dan memperkuat tekad kita," tulisnya di media sosial X.
Di kota Kharkiv, Wali Kota Ihor Terekhov melaporkan 16 serangan dalam 14 menit. Sementara di Vinnytsia, delapan orang terluka dan dua fasilitas infrastruktur terbakar akibat serangan.
Data pemerintah menyebutkan sedikitnya tiga orang tewas dan 38 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir, termasuk satu korban tewas di Sumy dan dua di Kharkiv.
Pada Rabu, serangan Rusia berlanjut. Di kota Dobropillya, serangan terhadap pusat perbelanjaan menewaskan dua orang dan melukai 27 lainnya. Sebanyak 54 toko, 304 apartemen, dan beberapa kendaraan dilaporkan rusak.
Menyikapi peningkatan serangan, parlemen Ukraina menyetujui tambahan anggaran sebesar 400 miliar hryvnia (sekitar Rp 153 triliun) untuk keamanan dan pertahanan, termasuk pengadaan alat tempur. Hal ini dikonfirmasi mantan Perdana Menteri Denys Shmyhal.
Serangan besar-besaran ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan paket senjata baru untuk Ukraina, termasuk pengiriman sistem pertahanan udara Patriot melalui NATO. Ia juga mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Rusia.
Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut ancaman Trump sebagai hal yang “sangat serius”. Ia mengonfirmasi Moskow terus memantau pengiriman senjata jarak jauh dari Barat. “Keputusan ini tidak dipandang sebagai sinyal perdamaian, tapi dorongan untuk melanjutkan konflik,” ujar Peskov.
Trump, yang sebelumnya dikenal akrab dengan Vladimir Putin, kini menunjukkan kekecewaannya. “Bicara kami selalu baik-baik saja, tapi lalu rudal ditembakkan di malam hari,” katanya. “Dia berhasil menipu Clinton, Bush, Obama, dan Biden—tapi tidak saya.”
Beberapa menteri luar negeri Eropa menyambut baik langkah Trump. Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan, “Untuk mencapai perdamaian, kita harus mendukung Ukraina dan menekan Rusia.” Ia juga berharap AS segera memberlakukan sanksi tambahan. (CNN/Z-2)
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Dua kapal tanker Rusia dalam “shadow fleet” diserang drone laut Ukraina di Laut Hitam. Tidak ada korban.
Rusia melarang ekspor bensin dan solar hingga akhir 2025 akibat serangan drone Ukraina.
Relawan Indonesia di flotila bantuan ke Gaza memastikan kondisi aman setelah insiden serangan drone di lepas pantai Yunani.
Flotila yang membawa bantuan ke Gaza diserang drone di lepas pantai Yunani.
PM Denmark Mette Frederiksen menyebut insiden drone di Bandara Kopenhagen sebagai serangan paling serius terhadap infrastruktur negara.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved