Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN gencatan senjata antara Iran dan Israel telah diberlakukan, banyak pengamat meyakini bahwa konflik 12 hari ini berakhir dengan kemenangan strategis bagi Teheran.
Iran tak hanya berhasil menahan gempuran, tetapi juga melancarkan serangan balasan yang membuat Tel Aviv dan Washington menanggung kekalahan diplomatik dan militer yang tidak kecil.
Perang ini bermula pada dini hari 13 Juni 2025, ketika Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap instalasi strategis Iran.
Dalam dua belas hari berikutnya, Iran menunjukkan kemampuan bertahan dan membalas serangan dengan kekuatan yang tak terduga.
Perlawanan Iran yang gigih membuat banyak analis Barat dan regional menyebut negara itu sebagai pihak yang paling diuntungkan dari konflik ini, bukan hanya secara militer, tetapi juga dari sisi pengaruh politik dan citra global.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa gencatan senjata dicapai bukan semata karena kesepakatan kedua pihak. "Tetapi karena tekanan terus-menerus dari pihak Barat, khususnya Amerika Serikat, serta peningkatan aktivitas dari negara-negara Arab, khususnya Qatar," kata Araghchi dilansir Mehr News, Kamis (26/6).
Pernyataan ini sejalan dengan sejumlah laporan yang menyebut bahwa Israel sebenarnya menunjukkan keinginan kuat untuk segera mengakhiri konflik.
Untuk memahami latar belakang desakan gencatan senjata ini, sejumlah faktor krusial perlu diperhatikan:
AS dan Israel sebelumnya meyakini bahwa tekanan militer akan membuat Iran runtuh dengan cepat.
Namun justru sebaliknya, Iran dengan sigap memulihkan kekuatannya dan melancarkan serangan balasan ke wilayah-wilayah yang diduduki Israel.
Serangan tersebut disebut-sebut sebagai yang paling masif dalam sejarah konflik antara kedua negara, dan menyebabkan kerugian besar baik secara material, psikologis, maupun reputasi internasional, bagi Israel.
Laporan dari sumber Barat dan Israel juga menyebut bahwa persediaan militer Israel mengalami penurunan drastis selama perang berlangsung.
Menyadari ketimpangan kekuatan, Barat dan Israel akhirnya mendorong terjadinya gencatan senjata.
Israel sempat memperkirakan serangan mereka akan menciptakan ketidakstabilan internal di Iran. Namun justru yang terjadi sebaliknya.
Solidaritas dan kohesi nasional rakyat Iran meningkat tajam selama konflik.
Beberapa pengamat hubungan internasional bahkan menyatakan bahwa struktur politik Iran kini lebih stabil dan kuat dibandingkan sebelumnya.
Kondisi ini membuat Israel dan Amerika Serikat menilai bahwa melanjutkan konfrontasi akan membawa risiko yang jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Tindakan militer Israel yang agresif dan serangan terhadap infrastruktur penting Iran dinilai melanggar prinsip-prinsip hukum internasional. Akibatnya, terjadi gelombang protes besar-besaran di berbagai negara, mengecam baik Israel maupun sekutu utamanya, Amerika Serikat.
Situasi ini mendorong kedua negara untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang di kancah internasional.
Mereka menilai bahwa mengakhiri konflik lebih menguntungkan ketimbang melanjutkannya.
Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, banyak analis menyimpulkan bahwa dalam konflik terbaru ini, Iran keluar sebagai pihak yang unggul, sementara Israel dan AS harus menghadapi konsekuensi dari apa yang dinilai sebagai kekalahan strategis mereka. (Fer/P-3)
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa ia diberi tahu bahwa pembunuhan para demonstran di Iran telah dihentikan.
SERUAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian gencar agar AS merebut atau memperoleh Greenland memicu gelombang kritik baru, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
PENTAGON di bawah Donald Trump menginstruksikan sekitar 1.500 personel militer aktif yang bermarkas di Alaska untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penugasan ke Minnesota,
UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland.
Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan di Iran.
Donald Trump pada Senin (12/1) mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan menegaskan bahwa mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved