Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih mengeluarkan pernyataan keras menyusul laporan dari CNN, The New York Times dan sejumlah media besar lainnya yang menyebut bahwa serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu tidak berhasil menghancurkan komponen utama program nuklir Teheran.
Mengutip informasi dari penilaian awal intelijen AS, laporan tersebut menyatakan bahwa serangan hanya mampu menunda pengembangan program nuklir Iran selama beberapa bulan. Hal ini bertentangan dengan klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menegaskan bahwa serangan tersebut telah melenyapkan seluruh fasilitas nuklir Iran.
Sementara itu, penilaian awal dari intelijen Israel, seperti dilaporkan The Times of Israel, menyebutkan bahwa serangan Amerika berhasil menunda kemampuan nuklir Iran hingga beberapa tahun. Hal ini sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyatakan bahwa “kami telah menghancurkan program nuklir Iran.”
Keputusan Presiden Trump untuk melancarkan serangan datang setelah Israel lebih dulu melakukan serangkaian serangan rudal ke sejumlah titik di Iran, menghancurkan infrastruktur militer serta jaringan komando Iran. Langkah tersebut turut menghambat upaya diplomasi antara Iran dan AS terkait perjanjian nuklir baru.
Pada Sabtu lalu, AS masuk ke dalam konflik dengan menjatuhkan 14 bom Massive Ordnance Penetrator (MOP) atau dikenal sebagai "bunker busters," bersama lebih dari dua lusin rudal jelajah Tomahawk ke tiga fasilitas nuklir utama Iran.
Pemerintah AS menyatakan bahwa serangan itu menghancurkan kemampuan nuklir Iran, namun tingkat kerusakan sebenarnya masih menjadi perdebatan.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengecam laporan media tersebut. “Penilaian yang disebutkan itu sepenuhnya keliru dan berasal dari dokumen rahasia yang dibocorkan oleh individu tak bertanggung jawab di komunitas intelijen,” ujarnya kepada CNN.
Ia menambahkan kebocoran ini merupakan upaya terang-terangan untuk menjatuhkan Presiden Trump serta mendiskreditkan para pilot pemberani yang telah melaksanakan misi dengan sempurna untuk melenyapkan program nuklir Iran.
"Semua orang tahu hasil dari menjatuhkan empat belas bom berbobot 30.000 pon dengan presisi tinggi, kehancuran total.” lanjutnya.
Presiden Trump juga bereaksi keras melalui akun Truth Social-nya dengan menulis, “berita palsu CNN bersama dengan New York Times yang gagal, telah berkolaborasi untuk menyerang salah satu serangan militer paling berhasil dalam sejarah. Fasilitas nuklir di Iran telah hancur sepenuhnya!"
CNN membela pelaporannya dan menyebut bahwa laporan mereka didasarkan pada penilaian awal yang juga telah dikonfirmasi oleh berbagai organisasi media lainnya. “Gedung Putih bahkan mengakui keberadaan penilaian itu dan kami turut menyertakan pernyataan mereka dalam artikel kami,” kata juru bicara CNN.
Penilaian tersebut berasal dari Badan Intelijen Pertahanan (DIA), yang bertugas menganalisis kekuatan militer negara asing. Laporan ini disusun berdasarkan analisis kerusakan dari Komando Pusat AS terhadap fasilitas nuklir di Fordow, Natanz dan Isfahan.
Sementara itu, CIA dan Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), yang memimpin koordinasi atas 18 badan intelijen AS termasuk DIA, menolak berkomentar terkait isi laporan tersebut.
Presiden Trump tetap bersikeras bahwa serangan tersebut merupakan keberhasilan besar. “Saya pikir program itu telah dihancurkan sepenuhnya. Para pilot berhasil mengenai target dengan presisi. Target-target itu hancur dan mereka layak mendapat penghargaan,” tegasnya. (News Week/H-3)
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin akhirnya memecah keheningan terkait eskalasi ketegangan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah.
TINDAKAN keras mematikan dari otoritas keamanan Iran tampaknya telah meredam gelombang protes untuk saat ini.
Ketegangan AS dan Iran meningkat tajam setelah laporan menyebut serangan militer Amerika ke Teheran berpotensi terjadi dalam 24 jam.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, resmi memecat Kepala Badan Intelijen Pertahanan, Letnan Jenderal Jeffery Kruse.
Serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran dilaporkan tidak berhasil menghancurkan komponen inti dari program itu.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved