Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Selatan bersiap melaksanakan pemilihan umum (pemilu) untuk memilih presiden berikutnya. Saat ini, negara yang terkenal dengan ‘Hallyu’ atau Korean Wave itu dipimpin oleh presiden sementara setelah Yoon Suk Yeol, presiden sebelumnya, dimakzulkan.
Pemilu di Korea Selatan ditetapkan pada 3 Juni 2025. Namun, warga dapat memberikan suaranya lebih awal pada Kamis (29/5) dan Jumat (30/5). Berdasarkan Komisi Pemilihan Umum Seoul, seperti dikutip dari Channel News Asia, lebih dari sepertiga dari mereka yang memenuhi syarat telah memberikan suara dalam pemungutan suara awal. Pemungutan suara di luar negeri mencapai rekor tertinggi, dengan hampir empat perlima dari 1,97 juta pemilih telah memberikan suara mereka.
Pemilu cepat yang dipicu oleh pemakzulan mantan Presiden Yoon Suk Yeol setelah deklarasi darurat militer pada Desember 2024 itu, diharapkan dapat mengubah lanskap politik Korea Selatan. Kandidat yang akan terpilih akan menentukan kebijakan politik di dalam dan luar negeri Korea Selatan.
Siapa Saja Kandidat Utama?
Ada tujuh kandidat dalam Pemilu Korea Selatan. Namun, dua kandidat utama yang bersaing untuk menjadi presiden yakni Lee Jae-myung yang berhaluan kiri, mantan ketua oposisi utama Partai Demokratik, dan Kim Moon-soo yang berhaluan kanan dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP). Keduanya merupakan mantan aktivis buruh. Kim pernah dipenjara karena memimpin gerakan pro-demokrasi pada tahun 1980-an ketika Korea Selatan masih berada di bawah kekuasaan militer.
Berdasarkan hasil polling terbaru, Lee Jae Myung, kandidat dari Partai Demokratik, unggul dari pesaing-pesaingnya. Survei yang dilakukan Gallup Korea memperlihatkan Lee, 61, memperoleh dukungan sebesar 49 persen. Sedangkan lawannya Kim Moon Soo dari Partai Kekuatan Rakyat yang berada di posisi kedua dengan dukungan 35 persen.
Tantangan di Dalam dan Luar Negeri
Mendekati pemilihan presiden pada 3 Juni, negara Ginseng itu bergulat dengan tantangan domestik dan internasional. Korea Selatan tengah berusaha menghadapi hambatan dari ketegangan perdagangan global yakni perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta masalah stabilitas ekonomi dalam negeri. Diberitakan, bahwa Bank of Korea baru-baru ini memangkas suku bunga acuan menjadi 2,50% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri mengantisipasi perlambatan ekspor di tengah kebijakan tarif dagang yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menanggapi kebijakan Tarif Trump, Politikus dari Partai Demokratik, partai yang mengusung calon presiden Lee Jae Mung, Kim Young Bae mengatakan Korea Selatan masih mengamati dan melihat situsi di tengah ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden Trump.
“Jadi ini masih bisa berubah. Sulit memberi jawaban hanya dari satu sisi,” ujar Kim, The Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea berkesempatan bertemu dengan perwakilan dari anggota dari Majelis Nasional Korea Selatan, beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan mitra penting bagi Korea Selatan. Meskipun demikian, negara Paman Sam tersebut menerapkan kebijakan tarif terhadap Korea.
“Sehingga kami harus memikirkan negara lain untuk melakukan kerja sama ekspor (mencari alternatif kerja sama dengan negara lain),” ucapnya.

Komitmen Kerja Sama dengan ASEAN
Kim Young Bae menambahkan bahwa setelah diterapkannya New Southern Policy untuk mengintensifkan kerja sama dengan ASEAN, Korea Selatan tentunya berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia, sebagai salah satu negara penting di ASEAN.
“Indonesia merupakan mitra strategis bagi Korea Selatan di ASEAN jadi kita dapat cari cara bersama menyikapi ini (kebijakan tarif Presiden Trump),” tuturnya.
Senada, Anggota Majelis Nasional dari People Power Party (PPP), partai yang mengusung presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Yu Yong Weon menyampaikan persaingan ekonomi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, mendorong banyak negara mengamankan rantai pasok. Korea Selatan, ujar dia, berusaha menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat sebagai mitra penting. Tetapi, setelah New Southern Policy diterapkan, Korea Selatan yakin akan terbuka kerja sama potensial yang dapat dijajaki dengan negara-negara di Asia Tenggara.
“Kami berusaha menjaga hubungan baik dengan Amerika. Saat ini kami fokus pada kebijakan Selatan global yang mana Asia Tenggara merupakan mitra strategis kami,” kata Yu.

Unifikasi dengan Korea Utara
Unifikasi antara Korea Selatan dan Korea Utara turut menjadi isu yang diperbincangkan di tengah pelaksanaan pemilu. Kim Young Bae menuturkan generasi muda di Korea Selatan khususnya yang berusia 20 dan 30 tahun menginginkan adanya perdamaian antarkedua negara. Namun, di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, menurutnya perundingan unifikasi sulit dilakukan. Apalagi, imbuh dia, setelah pemimpin tertinggi Korea Utara itu mendeklarasikan bahwa Korea Selatan merupakan musuh utama negaranya.
“Calon presiden kami dari Partai Demokratik sangat memperhatikan hal ini terutama hubungan harmonis dari dua Korea jadi kami mencegah apapun yang menimbulkan ketegangan yang berdampak pada kolega kami (Amerika Serikat),” tutur Kim Young Bae.
Sementara itu, Yu Yong Weon dari People Power Party mengatakan Korea Utara terus meningkatkan senjata nuklir di sekitar Zona Demiliterisasi (DMZ) di Semenanjung Korea.
“Ini membuat upaya unifikasi kedua negara terhambat. Korea Utara juga sedang meningkatkan kemampuan persenjataan nuklir mereka. Hal ini menjadi tantangan untuk menggalang opini masyarakat yang positif soal unifikasi kedua negara,” tukasnya.

Demokrasi yang Lebih Matang
Terlepas dari tantangan di dalam dan luar negeri, sikap optimistis terhadap pemilu Korea Selatan cukup terlihat. Kim Young Bae berharap setelah pemilu negaranya bisa kembali stabil.
“Saya merupakan anggota Partai Demokratik, pemilu ini untuk menjaga demokrasi Korsel ini jadi fokus kami setelah deklarasi Martial Law. Kami perlu menjaga stabilitas negara setelah pemilu,” harapnya.

Yu Yong Weon dari People Power Party mewakili partainya meminta maaf. Sebab, mantan Presiden Yoon Suk Yeol berasal dari partai itu meskipun saat ini Yoon telah keluar.
“Kami meminta maaf soal itu,” ucap dia. (H-4)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menggelar pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace pada 19 Februari mendatang di Washington.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah memandang pembentukan Board of Peace (BoP) patut dicermati secara kritis, lembaga ini harus jelas soal roadmap kemerdekaan Palestina
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Operasi bedah estetika kini jadi gaya hidup modern. Sejumlah aktris Indonesia memilih Korea untuk tampil lebih segar dan percaya diri.
Sebagai tuan rumah, Indonesia tampil apik sejak menit awal, yang langsung membuahkan gol yang dicetak Mochammad Iqbal.
Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang Korea Selatan, termasuk otomotif dan farmasi, setelah kesepakatan dagang dinilai gagal.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved