Senin 25 Februari 2019, 20:20 WIB

KTT AS-Korut akan Beri Dampak Positif untuk Perekonomian Vietnam

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
KTT AS-Korut akan Beri Dampak Positif untuk Perekonomian Vietnam

AFP

 

HANOI, ibu kota Vietnam, akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika Serikat (AS)-Korea Utara putaran kedua. Dipastikan, Hanoi dan kota-kota lain di Vietnam pada umumnya akan mendapat keuntungan menjadi penyedia lokasi pertemuan kedua negara itu.

Kamar hotel telah habis dipesan. Beberapa bar menyajikan minuman yang diberi nama "Peace Negroniations", terinspirasi koktail Negroni yang populer. Sejumlah toko menjual kaso dengan gambar wajah Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Bahkan, ada salon yang menawarkan jasa potong gratis bagi pelanggan yang ingin meniru gaya rambut pemimpin AS dan Korea Utara.

Pejabat Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, Phuong Hoa Nguyen, mengatakan dampak menjadi tuan rumah pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-Un, menarik perhatian media lokal dan internasional. Vietnam punya peluang menampilkan dinamika domestik, keberhasilan pengembangan ekonomi sosial, penduduk yang ramah dan identitas budaya yang kaya sejarah heroik.

"Ini adalah peluang besar untuk mempromosikan Vietnam sebagai tujuan wisata dan investasi yang menarik sekaligus aman. Kami ingin menarik 18 juta wisatawan internasional pada 2019, dengan anggaran promosi yang relatif rendah sekitar 2 juta dolar AS," papar Nguyen.

Baca juga: Jelang KTT, Kim Jong-un Diperkirakan Berangkat Dengan Kereta Api

Nguyen mengungkapkan menjadi tuan rumah tidak mudah. Setidaknya, Vietnam harus mengukur seberapa besar keuntungan finansial dari pertemuan yang diadakan delapan bulan setelah KTT AS-Korea Utara di Singapura pada tahun lalu.

"Singapura menginvestasikan anggaran sekitar US$ 14,8 juta untuk menyelenggarakan KTT Trump-Kim putaran pertama. Mereka menghasilkan hampir 40 kali lipat terhadap ekonominya," jelas Nguyen.

Dalam beberapa tahun, Vietnam telah menjadi tuan rumah berbagai acara internasional besar. Termasuk KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik 2017 dan pertemuan Perhimpunan Bangsa Bangsa (PBB) Asia Tenggara pada 2018.

"Jika Vietnam mampu memperkuat posisinya sebagai tempat yang disukai atau mitra tepercaya, bagi pihak lain untuk bertemu dan bernegosiasi, manfaatnya akan bertahan lama. Ini dengan catatan, Vietnam harus meningkatkan netralitas dan keramahannya," ucap Huynh The Du, dosen kebijakan Fulbright University Vietnam.(Aljazeera/OL-7)

Baca Juga

AFP/Brendan SMIALOWSKI

Merespons Ancaman Rusia, Biden Tingkatkan Pasukan AS di Eropa

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:40 WIB
Langkah-langkah oleh negara-negara yang sebelumnya netral yaitu Finlandia dan Swedia untuk memasuki aliansi akan membuat NATO lebih kuat...
ANTARA/Galih Pradipta

Indonesia Minta Malaysia Perbaiki Kondisi Detensi Imigrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:25 WIB
Dalam waktu dekat, Duta Besar RI untuk Malaysia akan mengunjungi Sabah dan bertemu dengan pihak terkait guna segera mematangkan...
Biro Pers Setpres

Presiden: Kunjungan ke Ukraina Wujud Kepedulian Indonesia

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:04 WIB
Meskipun masih sangat sulit dicapai, ia tetap menyampaikan pentingnya penyelesaian konflik dengan jalan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya