Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky setuju untuk menghentikan serangan terhadap aset energi Rusia. Hal itu diputuskan setelah panggilan telepon selama satu jam dengan Presiden Donald Trump.
Zelensky menyebut penyetopan serangan terhadap target energi Rusia menjadi salah satu langkah pertama untuk mengakhiri perang.
"Saya mendukung langkah ini, dan Ukraina mengonfirmasi bahwa kami siap untuk menerapkannya," kata Zelensky dilansir Newsweek.
Panggilan telepon itu dilakukan sehari setelah Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia setuju untuk tidak menargetkan infrastruktur energi Ukraina tetapi menolak untuk mendukung gencatan senjata penuh selama 30 hari.
Trump mengatakan panggilan teleponnya dengan Zelensky untuk menyelaraskan permintaan Rusia dan Ukraina.
"Kami sangat berada di jalur yang benar," ujar Trump.
Sebelum panggilan teleponnya dengan Trump, Zelensky mengatakan janji gencatan senjata terbatas sangat bertentangan dengan kenyataan di lapangan menyusul serangkaian serangan pesawat nirawak Rusia.
Sementara itu, Gedung Putih mengatakan panggilan telepon antara Trump dan Putin menjadi langkah pertama menuju perdamaian. Washington berharap diskusi akan mengarah pada gencatan senjata maritim di Laut Hitam dan akhirnya resolusi perang yang langgeng.
Hanya saja, tidak ada tanda-tanda Putin akan menarik kembali tuntutannya untuk kemungkinan syarat-syarat yang ditentang keras oleh Ukraina. Muncul dugaan, Putin berupaya menahan usulan gencatan senjata sementara untuk mendapatkan konsesi pendahuluan sebelum negosiasi formal untuk mengakhiri perang. (Dhk/P-3)
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved