Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan telah mendapatkan "pesan positif" mengenai potensi gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia.
"Tetapi pesan positif tidak berarti apa-apa," katanya kepada wartawan saat bertemu dengan Taoiseach Irlandia, Michéal Martin, di Ruang Oval. "[Ini adalah] situasi yang sangat serius."
Trump menambahkan perwakilan "sedang menuju Rusia saat ini juga" untuk membahas proposal tersebut.
"Mudah-mudahan, kita bisa mendapatkan gencatan senjata dari Rusia. Jika itu terjadi, saya pikir itu akan menjadi 80% dari jalan menuju penghentian pertumpahan darah yang mengerikan ini."
Dalam pernyataan yang telah menjadi sering diucapkannya, Trump kembali menyalahkan Joe Biden karena "membiarkan" konflik di Ukraina terjadi.
Berbicara kepada wartawan di dalam Ruang Oval, Trump mengatakan bahwa sanksi terhadap Rusia bisa menjadi "menghancurkan" jika negara itu memilih untuk melanjutkan perang.
"Ada hal-hal yang bisa dilakukan yang tidak akan menyenangkan dalam arti finansial. Saya bisa melakukan sesuatu secara finansial," kata Trump.
"Itu akan sangat buruk bagi Rusia. Saya tidak ingin melakukannya, karena saya ingin mencapai perdamaian."
Hal-hal "finansial" tersebut bisa menjadi "menghancurkan" bagi Moskow, tambahnya.
"Kita semakin dekat untuk mungkin mendapatkan sesuatu [terkait Ukraina] yang bisa diselesaikan," kata Trump kepada wartawan, sambil mencatat bahwa menurutnya pihak Ukraina yang sebelumnya "sulit" telah mengubah pola pikir mereka.
"Saya berhadapan dengan seseorang [Zelensky] yang tampaknya tidak menginginkan perdamaian. Sekarang dia telah menyetujuinya," lanjut Trump. "Jadi, kita lihat saja nanti."
Presiden menolak menilai potensi kesepakatan, tetapi mengatakan bahwa ia percaya "itu masuk akal bagi Rusia" dan menambahkan, "kami juga telah membahas mengenai wilayah." (BBC/Z-2)
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin tegaskan siap lanjutkan perang bila Ukraina tidak bersedia mencapai kesepakatan damai.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyambut baik keputusan Ukraina untuk menerima gencatan senjata 30 hari dengan Rusia setelah pembicaraan dengan pejabat AS.
DELEGASI Amerika Serikat (AS) akan bertemu utusan Ukraina guna membahas upaya kesepakatan damai dengan Rusia di Arab Saudi pekan depan.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved