Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KAKEK Gaza, Syeikh Khaled Nabhan, yang dikenal dengan sebutan Abu Diaa dan frasa populernya di media sosial yaitu jiwa dari jiwaku (soul of my soul), tewas dalam serangan udara Israel, Senin (16/12).
Serangan itu menargetkan kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, menurut Pusat Media Palestina.
Abu Diaa memperoleh pengakuan luas selama perang di Jalur Gaza setelah video yang menyayat hati memperlihatkan dia berduka atas cucunya, Reem, 3, yang tewas bersama saudara laki-lakinya, Tariq, 5, dalam serangan udara Israel beberap waktu lalu.
Dalam rekaman yang viral, Khaled memeluk jenazah Reem, membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang, dan berulang kali memanggilnya, "Rooh al-rooh (jiwa dari jiwa)."
Frasa itu lantas sangat disukai oleh khalayak media sosial dan menjadi viral di dunia maya.
Tidak heran media sosial menjadi hebih dengan berita tewasnya kakek itu.
Menjadi salah satu warga kamp pengungsi Nuseirat di Gaza, Abu Diaa tetap teguh meskipun terus-menerus dibombardir dan Israel menyerukan evakuasi.
Dia secara terbuka menyatakan tekadnya untuk tetap tinggal di rumahnya.
Dia secara teratur menyerukan kepada para pemimpin dan organisasi global untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza. (Royal News English/Z-2)
PARA pakar hak asasi manusia PBB menyuarakan kekhawatiran, kemarin, atas laporan penghilangan paksa warga Palestina yang kelaparan mencari makanan di lokasi distribusi oleh GHF.
Israel menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Al Zeitoun, Kota Gaza, Palestina, sejak melancarkan operasi darat awal bulan ini.
AS menjadi satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang menolak mengakui bencana kelaparan di Jalur Gaza, Palestina, merupakan krisis yang disebabkan ulah manusia.
Ketika Israel membunuh Anas Al-Sharif, bersama seluruh kru Al-Jazeera di Kota Gaza pada 10 Agustus, Reuters memilih untuk memublikasikan klaim Israel yang sepenuhnya tidak berdasar.
ISRAEL dengan sengaja menjadikan jurnalis sebagai target serangan mereka. RSF menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pembantaian jurnalis.
LIMA jurnalis termasuk di antara setidaknya 20 orang yang tewas, kemarin, akibat serangan Israel menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza, Palestina.
MAYSA Nabhan menangis dalam diam di ruang tamu. Ia membolak-balik ponselnya untuk mencari foto ayahnya, Khaled Nabhan, bersama anak-anaknya.
SERANGAN Israel di Gaza menewaskan Khaled Nabhan, seorang kakek Palestina yang menjadi simbol kekuatan hati Palestina.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved