Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sangat prihatin atas serangan udara terbaru Israel terhadap Iran, dan mendesak ketegangan yang semakin meningkat di Timur Tengah agar segera diakhiri.
"Segala tindakan yang meningkatkan eskalasi sangat patut dikecam dan harus dihentikan," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.
Dia menegaskan kembali sikap Guterres bahwa semua pihak, termasuk mereka yang terlibat di Gaza dan Lebanon, harus menghentikan aksi militer dan mencegah perang regional yang lebih luas.
Dujarric menekankan pentingnya kembali ke jalur diplomasi untuk menghindari konflik lebih lanjut.
Setelah serangan balasan Israel terhadap Iran, Uni Eropa meminta semua pihak untuk menunjukkan penahanan diri yang maksimal.
Nabila Massrali, juru bicara Uni Eropa untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan, menyoroti risiko eskalasi regional lebih lanjut di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.
Dalam pernyataan tertulis, Massrali mengakui hak Israel untuk 'membela diri' tetapi memperingatkan bahwa 'siklus berbahaya dari serangan dan pembalasan' dapat mengarah pada 'eskalasi tak terkendali' di kawasan tersebut.
Dia mengatakan bahwa Uni Eropa terus berhubungan erat dengan aktor-aktor terkait untuk membantu meredakan ketegangan.
Menteri Luar Negeri Irlandia Micheal Martin menyerukan segera diakhirinya serangan dan aksi baku balas antara Israel dan Iran. "Saya mengulangi seruan mendesak untuk menahan diri dan de-eskalasi setelah serangan udara Israel terhadap sasaran di Iran," kata Martin dalam sebuah pernyataan.
Dia menekankan perlunya perhatian segera pada krisis kemanusiaan di Gaza, menyerukan gencatan senjata segera, pembebasan sandera, dan peningkatan bantuan kemanusiaan.
Menteri Irlandia tersebut secara khusus menyoroti kekhawatiran mengenai serangan di Gaza utara, menggambarkannya sebagai 'hukuman kolektif' dan mengutip pernyataan seorang pejabat PBB yang menyebut
situasi tersebut sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan.'
"Orang-orang yang tidak bersalah, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak di kedua belah pihak telah menderita terlalu banyak," ujarnya.
Martin mencatat bahwa dampak dari serangan ini terhadap kawasan dan dunia sangat serius dan tidak bisa lagi diabaikan.
Sedikitnya dua tentara Iran tewas pada Sabtu ketika tentara Israel menyerang fasilitas militer Iran sebagai tanggapan atas serangan besar-besaran rudal balistik Iran pada 1 Oktober terhadap Israel.
Gedung Putih menyatakan bahwa serangan Israel harus menghentikan baku tembak langsung antara kedua pihak, memperingatkan Teheran tentang 'konsekuensi' jika mereka merespons. Pejabat militer Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap
serangan dari Israel akan dibalas dengan 'respons yang lebih keras'.
Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel terus menyerbu dan menghancurkan Gaza sejak serangan lintas batas kelompok perlawanan Palestina, Hamas tahun lalu.
Hampir 43.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah tewas sejak itu, dan lebih dari 100.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas tindakannya di Gaza. (Z-6)
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan di Iran.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Rabu (14/1), menyampaikan klarifikasi terkait perkembangan unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi Iran.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Iran segera menghentikan seluruh bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa.
Pakar PBB mengecam pelanggaran HAM berat di Iran, termasuk penggunaan kekuatan mematikan dan ancaman hukuman mati bagi demonstran. Simak laporan lengkapnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved