Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KUBU oposisi di Australia tidak mendukung seruan gencatan senjata, kendati kekerasan semakin meningkat di Gaza dan Libanon. Hal itu membuat Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong berang.
Wong bahkan sampai menyebut pemimpin oposisi Peter Dutton sudah keterlaluan karena bersikap ekstrem dengan tidak mendukung seruan gencatan senjata di Timur Tengah.
Apalagi, Dutton sampai meminta Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk dikecam karena telah menyerukan gencatan senjata.
Baca juga : Menlu Australia Minta Warganya Segera Tinggalkan Libanon
"Kita tahu Dutton bersikap negatif terhadap segala hal, tetapi bersikap negatif terhadap gencatan senjata yang menyelamatkan nyawa warga sipil dan mencegah eskalasi konflik yang lebih parah adalah hal yang sangat ekstrem," kata Wong seperti dilaporkan penyiar lokal SBS News.
Wong juga menuding Dutton begitu fokus memecah belah warga Australia atas konflik ini sehingga dia tidak menyadari betapa posisinya terisolasi.
"Sekarang kaum Liberal akhirnya menyadari bahwa mereka bertentangan dengan komunitas internasional termasuk Amerika Serikat, yang semuanya mendesak perdamaian--tetapi dia masih belum bisa melakukannya," tegas Wong.
Baca juga : Libanon Berharap Israel Segera Hentikan Konfrontasi Militer
Komentar Wong muncul setelah senator Liberal James Peterson mengatakan kelompok oposisi menginginkan berakhirnya konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah, tetapi menolak mendukung gencatan senjata.
"Sikap kelompok oposisi terhadap masalah gencatan senjata bertentangan dengan komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat (AS)," imbuh Wong.
Belum lama ini, dunia internasional menginformasikan Timur Tengah berada di ambang perang regional di tengah serangan gencar Israel terhadap Gaza dan Libanon. Israel memperluas konflik dengan melancarkan serangan ke Libanon selatan pada 1 Oktober lalu. (Anadolu/Ant/P-3)
Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menegaskan bahwa kepentingan nasional harus menjadi pijakan utama dalam setiap langkah politik luar negeri Indonesia, terutama dalam BoP.
EDITORIAL Media Indonesia pada 15 Januari 2026 menyoroti melemahnya tatanan internasional berbasis aturan di tengah meningkatnya kecenderungan negara-negara besar mengandalkan kekuatan.
Menlu RI Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral.
"Pertemuan nanti diharapkan lancar dan konstruktif, serta mencerminkan semangat kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Turki,"
SEORANG diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan pada Senin (1/9) malam.
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah berencana menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton untuk Palestina melalui jalur darat.
Menteri Komunikasi Australia Anika Wells memanggil pimpinan Roblox untuk membahas maraknya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di platform tersebut.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
Tony Mokbel, gembong narkoba legendaris Australia, resmi bebas setelah jaksa membatalkan persidangan ulang. Kasusnya runtuh akibat skandal pengkhianatan pengacara.
Beasiswa Australia Awards ditujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin menempuh studi jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) di berbagai universitas terkemuka di Australia.
Fokus utama dinamika atmosfer saat ini tertuju pada pemantauan Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia bagian utara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved