Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu topan terkuat yang melanda Asia Tenggara dalam beberapa dekade, Topan Super Yagi, meninggalkan jejak kehancuran di banyak negara dengan banjir besar, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur yang luas. Topan ini berdampak ke negera seperti Filipina, Laos, Vietnam, dan Myanmar sehingga membutuhkan respons kemanusiaan cepat dan upaya pemulihan jangka panjang.
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) bekerja sama dengan Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah setempat memobilisasi sumber daya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Topan Super Yagi awalnya melanda Filipina pada Senin (2/9). Dikenal sebagai Topan Enteng, bencana ini mengakibatkan tanah longsor dan banjir, menewaskan 21 orang setelahnya, menyebabkan penutupan sekolah dan kantor, serta mengganggu layanan listrik dan telekomunikasi.
Tiga hari kemudian, topan tersebut melintasi Tiongkok selatan sebelum mendarat di Vietnam pada Sabtu (7/9). Topan Yagi menyebabkan kerusakan besar di Provinsi Quang Ninh dan Kota Hai Phong di Vietnam.
Baca juga : Enam Juta Anak Asia Tenggara Terdampak Banjir Tanah Longsor
Dengan curah hujan lebat yang terus menerus, banjir dan tanah longsor yang memengaruhi 26 provinsi, termasuk ibu kota Hanoi, topan tersebut menyebabkan 344 orang dilaporkan tewas atau hilang. Lebih dari 235.000 rumah rusak dan dampak ekonominya sejauh ini diperkirakan mencapai US$1,6 miliar.
Palang Merah Vietnam (VNRC) berada di garda terdepan mendistribusikan barang-barang bantuan darurat, makanan, dan bantuan tunai. IFRC menyampaikan permohonan darurat untuk membantu upaya pemulihan di daerah yang terkena dampak paling parah dengan fokus pada pemulihan tempat penampungan, layanan Kesehatan, dan pemulihan mata pencaharian.
Myanmar juga menghadapi banjir yang belum pernah terjadi sejak Minggu (8/9), ketika sisa-sisa Topan Yagi memicu hujan lebat, menyebabkan lebih dari 320.000 orang mengungsi, dan menyebabkan 113 kematian yang dilaporkan di sembilan wilayah.
Baca juga : Topan Yagi Hancurkan Negara-negara Asia Tenggara
Palang Merah Myanmar (MRCS) secara aktif melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, memberikan pertolongan pertama, dan mendistribusikan persediaan penting seperti makanan, air, selimut, dan barang-barang kebersihan. IFRC, bekerja sama dengan MRCS, meluncurkan permohonan darurat lain untuk mengumpulkan donasi dan membantu 25.000 orang selama 12 bulan ke depan.
Meskipun dampak langsung Topan Yagi tidak terlalu parah di Filipina, dan kemudian Laos, kedua negara tersebut mengalami banjir dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Perhimpunan Palang Merah setempat menanggapi kebutuhan yang mendesak. Kedua negara berupaya memitigasi risiko lebih lanjut yang ditimbulkan oleh banjir dan tanah longsor yang berkepanjangan.
Dampak Topan Super Yagi menyebabkan banjir besar di seluruh Asia Tenggara dan berdampak pada jutaan orang. Curah hujan yang berkepanjangan, kejenuhan tanah, dan besarnya topan memperburuk situasi yang sudah rentan di banyak komunitas.
Baca juga : Korban Tewas Akibat Badai dan Banjir di Myanmar Bertambah jadi 74 Orang
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah setempat di seluruh kawasan merespons kebutuhan mendesak. IFRC mengoordinasikan dukungan untuk operasi pemulihan skala besar, termasuk tempat penampungan darurat, layanan kesehatan dan dukungan psikososial.
Direktur Regional IFRC untuk Asia Pasifik, Alexander Matheou, mengatakan dengan diluncurkan permohonan darurat di Vietnam dan Myanmar, IFRC menyerukan solidaritas internasional untuk memastikan respons cepat dan efektif guna membantu masyarakat yang terkena dampak membangun kembali kehidupan mereka.
"Tahun ini saja, kawasan Asia Pasifik menghadapi serangkaian bencana terkait iklim yang tak henti-hentinya terjadi. Kehancuran yang disebabkan oleh Topan Super Yagi hanyalah contoh terbaru dari dampak krisis iklim terhadap masyarakat yang sudah berada dalam situasi rentan. Topan, banjir, dan gelombang panas hingga kekeringan, krisis-krisis ini terjadi silih berganti sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk pemulihan," katanya.
Baca juga : 884 Tersangka Ditangkap, Ini Modus Operandi Gembong Narkoba Fredy Pratama
IFRC dan mitra Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tetap berkomitmen memberikan bantuan penyelamatan jiwa dan dukungan jangka panjang. "Saat kita menghadapi keadaan darurat iklim yang semakin meningkat, pekerjaan kita menjadi lebih penting dari sebelumnya dalam membantu masyarakat bersiap, merespons, dan pulih dari bencana yang sering terjadi dan parah ini," sebutnya.
IFRC bekerja sama dengan otoritas nasional dan mitra kemanusiaan di kawasan untuk mengoordinasikan upaya dan meningkatkan operasi. Lanjutnya, fokus jangka pendeknya yaitu memberikan bantuan penyelamatan jiwa, memulihkan infrastruktur penting, dan mendukung pemulihan jangka panjang.
"Bantuan tunai, tempat penampungan darurat, dan layanan kesehatan merupakan beberapa kebutuhan prioritas karena air banjir terus meningkat, mengancam ketahanan pangan, sanitasi dan kesehatan masyarakat," pungkasnya. (ifrc.org/Z-2)
Upaya penyelamatan di TPA Binaliw Filipina berubah menjadi misi pemulihan jenazah.
Sementara satu kematian sudah dikonfirmasi. Dia mengidentifikasi korban tersebut sebagai seorang wanita berusia 22 tahun.
Gempa bumi M 6,7 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Rabu (7/1). USGS memastikan tidak ada potensi tsunami dan belum ada laporan korban.
ISTANA Kepresidenan Filipina memberikan tanggapan terkait dua pelaku penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia.
Ratusan pekerja migran berduka atas para korban kebakaran terburuk di Hong Kong dalam lebih dari satu abad dan berdoa bagi teman-teman yang hilang.
10 korban tewas dilaporkan akibat banjir bandang, tanah longsor, kabel listrik terekspos, serta runtuhnya rumah.
Tur tahap pertama akan dimulai pada Mei 2026 di Indonesia, kemudian lanjut ke Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.
AS dan Tiongkok mencoba mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Bangkok tegaskan gencatan senjata hanya terjadi jika Kamboja tunjukkan niat nyata di lapangan.
Thailand blokade pengiriman bahan bakar dan senjata ke Kamboja di tengah konflik perbatasan yang memanas, meski serangan Kamboja menurun.
KETEGANGAN berkepanjangan antara Kamboja dan Thailand pecah, menandai pertempuran terbesar antara dua negara bertetangga di Asia Tenggara tersebut dalam lebih dari sepuluh tahun.
Seorang pekerja bantuan di lokasi kejadian mengungkapkan jet militer mengebom rumah sakit umum Mrauk-U, mengonfirmasi 31 korban jiwa dan 68 korban luka.
Kendati belum ada laporan kerusakan struktural pada fasilitas pendidikan, penutupan ini mencerminkan tingginya risiko keamanan yang dihadapi warga dan pelajar di kawasan perbatasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved