Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Perdana Menteri Prancis Dominique de Villepin menggambarkan situasi di Gaza sebagai skandal sejarah terbesar dan mengkritik posisi Prancis dalam konflik tersebut.
"Situasi di Gaza tidak diragukan lagi merupakan skandal terbesar dalam sejarah. Ini adalah skandal nyata dalam konteks demokrasi," katanya kepada penyiar France Inter, dilansir Anadolu, Sabtu (14/9).
Agresi Israel telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina di daerah kantong yang terkepung itu sejak serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas Oktober lalu. Tindakan tersebut telah menyebabkan kerusakan massal, pengungsian, kekurangan makanan, dan penyebaran penyakit.
Baca juga : Tepi Barat Diserang Israel, Lima Warga Palestina Tewas
“Semua ini atas nama apa? Atas nama perang. Tetapi ini bukan perang seperti yang terjadi di Gaza, karena penduduk sipillah yang sedang sekarat. Kita berada dalam absurditas, dan Prancis menghapus dirinya sendiri,” katanya.
Dominique de Villepin, yang menjabat Perdana Mengeri pada 2005 hingga 2007 mengecam keras pembunuhan warga sipil dan mengatakan bahwa tubuh, hati, jiwa, dan kepala hancur berkeping-keping di Gaza. Ia mengkritik Israel karena menciptakan situasi yang memungkinkan pendudukan kembali wilayah kantong tersebut, tempat ia menarik diri pada 2005.
"Israel kembali menguasai Gaza. Saat ini Gaza benar-benar terkepung. Di saat Tepi Barat juga sedang terurai seperti yang kita lihat di utara Tepi Barat, dan selatan Tepi Barat, kita sedang menghadapi bom waktu yang sesungguhnya," tambahnya.
Ketika ditanya tentang apa yang mungkin dilakukan Prancis dan Eropa untuk membantu menyelesaikan konflik tersebut, ia mengatakan mereka memiliki pengaruh dalam hal persenjataan dan ekonomi.
Namun solusi yang memungkinkan seperti pembatasan perdagangan tidak dilaksanakan karena beberapa alasan. “Masalahnya sama di Ukraina dan Gaza. Kami tidak punya tujuan politik. Israel tidak punya tujuan politik apa pun. Dan ketika Anda tidak punya tujuan politik, yang Anda tahu hanyalah berperang,” pungkasnya. (I-2)
Kesaksian memilukan warga Palestina, Abu al-Kebash, yang menjadi korban kekerasan seksual dan penyiksaan oleh puluhan pemukim Israel bertopeng di Tepi Barat.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
Kemenkes Israel melaporkan 2.745 warga luka akibat serangan rudal balasan Iran sejak awal perang. Sebanyak 179 orang dirawat dalam 24 jam terakhir di tengah siaga Tel Aviv.
OKI kutuk keras terorisme pemukim Israel di Tepi Barat dan penutupan Masjid Al-Aqsa selama 8 hari. Desak sanksi internasional atas pelanggaran hukum humaniter.
Serangan pemukim Israel di Tepi Barat tewaskan 3 warga Palestina di Abu Falah. Militer Israel sebut insiden ini tak bisa ditoleransi. Simak kronologinya.
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved