Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG air yang meluap telah meruntuhkan bendungan dan menghancurkan desa-desa di Sudan Timur. Satu laporan mengatakan 150-200 orang hilang dan 132 orang dinyatakan tewas setelah hujan lebat menyebabkan bendungan Arbaat jebol di daerah yang dilanda perang saudara tersebut.
"Banjir menyapu bersih sedikitnya 20 desa dan menyebabkan sedikitnya 30 orang tewas, tetapi mungkin lebih banyak lagi," kata PBB.
Hujan deras menyebabkan banjir yang pada Minggu (25/8) menggenangi bendungan Arbaat, 25 mil utara Port Sudan, ibu kota negara de facto dan basis pemerintah, diplomat, lembaga bantuan, dan ratusan ribu pengungsi.
Baca juga : PBB Ingatkan Sudan Selatan Hadapi Krisis Eksistensial Jelang Pemilu
"Area tersebut tidak dapat dikenali," kata Omar Eissa Haroun, kepala otoritas perairan negara bagian Laut Merah, melalui pesan WhatsApp kepada stafnya. "Pipa listrik dan air hancur," ujarnya.
Salah satu responden pertama mengatakan bahwa antara 150 dan 200 orang hilang. Dia mengatakan telah melihat mayat para penambang emas dan peralatan mereka hancur akibat banjir.
Dia menyamakan bencana tersebut dengan kehancuran di kota Derna di Libia timur pada September tahun lalu ketika air badai merobohkan bendungan, menyapu bangunan, dan menewaskan ribuan orang.
Baca juga : Dewan Keamanan PBB Gelar Pembicaraan Darurat terkait Serangan Houthi
"Rumah bagi sekitar 50.000 orang terkena dampak banjir," kata PBB, mengutip otoritas setempat dan menambahkan bahwa jumlah tersebut hanya mencakup wilayah barat bendungan karena wilayah timur tidak dapat diakses.
Bendungan tersebut merupakan sumber air utama bagi Port Sudan, rumah bagi pelabuhan utama Laut Merah dan bandara yang berfungsi di negara tersebut serta menerima sebagian besar pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan negara tersebut.
Para pejabat mengatakan bendungan itu mulai runtuh dan lumpur menumpuk selama berhari-hari ketika hujan deras terjadi lebih awal dari biasanya. Bendungan, jalan, dan jembatan di Sudan sudah rusak sebelum perang antara tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter dimulai pada April 2023.
Kedua belah pihak telah menyalurkan sebagian besar sumber daya mereka ke dalam konflik, sehingga infrastruktur sangat terbengkalai. Beberapa orang telah meninggalkan rumah mereka yang terendam banjir dan menuju ke pegunungan tempat mereka sekarang terdampar, lapor kementerian kesehatan.
Pada Senin (27/8), gugus tugas musim hujan pemerintah mengatakan 132 orang tewas akibat banjir di seluruh negeri, naik dari 68 orang pada dua minggu lalu. Setidaknya 118.000 orang telah mengungsi akibat hujan tahun ini, menurut badan-badan PBB. (Theguardian/Z-2)
Pertandingan krusial Piala Afrika 2025 antara Sudan vs Burkina Faso di Group E berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Timnas Burkina Faso pada Rabu (31/12) di Stade Mohammed V.
Sudan menjaga asa lolos ke fase gugur Piala Afrika 2025 setelah menang tipis 1-0 atas Guinea Ekuatorial.
Riyad Mahrez mencetak dua gol dan membawa Timnas Aljazair menang atas Sudan pada laga pertama Piala Afrika 2025. Laga Aljazair vs Sudan berakhir dengan skor 3-0.
PAPAN reklame digital berukuran raksasa yang menyoroti dugaan peran Uni Emirat Arab (UEA) dalam perang Sudan kini terpampang mencolok di pusat Kota London, Inggris.
TAK jauh dari Stadion Tottenham Hotspur yang megah di London utara, berdiri blok apartemen yang tampak biasa saja.
RATUSAN mantan tentara Kolombia direkrut ke Sudan dengan iming-iming gaji besar dan pekerjaan aman di Uni Emirat Arab (UEA).
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
PBB menutup 2025 dengan tunggakan kontribusi mencapai US$1,6 miliar (Rp26 triliun).
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved