Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh terbunuh di Teheran, Iran. Hal itu diungkapkan lewat pernyataan resmi kelompok militan tersebut, Rabu (31/7).
Hamas menyatakan berduka atas kematian Haniyeh, yang dikatakannya tewas dalam "serangan berbahaya Zionis di kediamannya di Teheran". Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan Haniyeh tewas bersama salah satu pengawalnya.
Siapakah Haniyeh? dan apa perannya bagi kelompok Hamas? Haniyeh adalah sosok yang keras dalam diplomasi internasional untuk kelompok Palestina ketika perang berkecamuk di Gaza.
Baca juga : Hamas Bahas Gencatan Senjata Gaza dengan Qatar, Mesir, Turki
Namun terlepas dari retorikanya, ia dipandang oleh banyak diplomat sebagai seorang yang moderat dibandingkan dengan anggota kelompok garis keras yang didukung Iran itu di Gaza.
Ditunjuk sebagai pejabat tinggi Hamas pada 2017, Haniyeh berpindah-pindah antara Turki dan ibu kota Qatar, Doha. Dia menghindari pembatasan perjalanan di Jalur Gaza yang diblokade dan memungkinkan dia untuk bertindak sebagai negosiator dalam perundingan gencatan senjata atau untuk berbicara dengan sekutu Hamas, Iran.
“Semua perjanjian normalisasi yang Anda (negara-negara Arab) tandatangani dengan (Israel) tidak akan mengakhiri konflik ini,” kata Haniyeh di televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar tak lama setelah pejuang Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober.
Baca juga : Petinggi Hamas ke Mesir untuk Bahas Gencatan Senjata dengan Israel
Israel menanggapi serangan tersebut dengan agresi militer yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 35.000 orang di Gaza, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut.
Kehilangan putra
Tiga putra Haniyeh – Hazem, Amir, dan Mohammad – tewas pada 10 April ketika serangan udara Israel menghantam mobil yang mereka kendarai. "Haniyeh juga kehilangan empat cucunya, tiga perempuan dan satu laki-laki, dalam serangan itu," kata otoritas Hamas.
Baca juga : Qatar akan Umumkan Hasil Perundingan Hamas dengan Israel
Haniyeh membantah pernyataan Israel bahwa putra-putranya adalah pejuang kelompok tersebut. Ia mengatakan kepentingan rakyat Palestina diutamakan di atas segalanya ketika ditanya apakah pembunuhan mereka akan berdampak pada perundingan gencatan senjata. Artinya, Haniyeh tidak menarih dendam atas kematian anggota keluarganya tersebut dan tetap mengupayakan perundingan.
Meskipun banyak pernyataan keras di depan umum, para diplomat dan pejabat Arab memandangnya sebagai orang yang relatif pragmatis dibandingkan dengan suara-suara garis keras di Gaza, tempat sayap militer Hamas merencanakan serangan pada 7 Oktober.
Haniyeh dan pendahulunya sebagai pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, telah berkeliling wilayah tersebut untuk melakukan pembicaraan mengenai kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Qatar dengan Israel yang akan mencakup pertukaran sandera.
Baca juga : Gencatan Senjata Hamas-Israel dan Pertukaran 400 Sandera Segera Tercapai
Akan tetapi, Israel menganggap seluruh pimpinan Hamas sebagai teroris, dan menuduh Haniyeh, Meshaal, dan lainnya terus mengendalikan organisasi teror Hamas.
Namun seberapa banyak yang Haniyeh ketahui tentang serangan 7 Oktober sebelumnya masih belum jelas. Rencana tersebut, yang disusun oleh dewan militer Hamas di Gaza, merupakan rahasia yang dijaga ketat sehingga bahkan beberapa pejabat Hamas tampak terkejut dengan waktu dan skalanya.
Namun Haniyeh, seorang Muslim Sunni, memiliki andil besar dalam membangun kapasitas tempur Hamas, salah satunya dengan membina hubungan dengan Iran yang merupakan Muslim Syiah, yang terang-terangan mendukung kelompok militan tersebut.
Selama dekade di mana Haniyeh menjadi pemimpin tertinggi Hamas di Gaza, Israel menuduh tim kepemimpinannya membantu mengalihkan bantuan kemanusiaan ke sayap militer kelompok tersebut. Hamas membantahnya.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar karena minimnya alat berat dan kemampuan teknis yang memadai.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi pertanyaan terkait sikap Presiden Prabowo Subianto atas situasi tersebut, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Gelombang serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Gencatan senjata yang dimediasi AS berada di ambang kolaps.
Pertamina melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika yang berkembang di kawasan Timur Tengah, yakni perang antara AS dan Israel melawan Iran.
ANGGOTA Komisi I DPR RI Oleh Soleh, mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap berani di kancah internasional dengan menyuarakan sanksi tegas terhadap AS dan Israel.
Pakar Hukum Tata Negara, Radian Syam, menilai situasi perang Israel, AS-Iran itu menguji apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum atau justru bergeser ke dominasi kekuatan.
Prabowo Subianto memanggil Zulkifli Hasan dan Bahlil Lahadalia ke Istana membahas ketahanan pangan dan pasokan energi menyusul krisis Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Stok bahan pokok aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran memanas. Cadangan beras hingga 136 ribu ton siap menjaga stabilitas harga.
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved