Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KANDIDAT Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump, Jumat (19/7), mengatakan dirinya telah berbicara melalui telepon dengan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky dan berjanji mengakhiri perang antara negara Eropa tersebut dengan Rusia.
"Saya mengapresiasi Presiden Zelensky atas upayanya. Karenanya, saya, sebagai Presiden AS berikutnya, akan membawa perdamaian ke dunia dan mengakhiri perang yang telah memakan banyak korban jiwa dan menghancurkan banyak keluarga tak berdosa," kata Trump lewat unggahannya di X.
“Kedua belah pihak akan bisa bersatu dan menegosiasikan kesepakatan yang mengakhiri kekerasan dan membuka jalan menuju kemakmuran,” lanjutnya.
Baca juga : Joe Biden Pastikan AS Lawan Rusia di Ukraina
AS telah memberikan bantuan militer senilai puluhan miliar dolar untuk Kyiv sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022 – meskipun kemenangan Trump di pemilu November akan mempertanyakan kelanjutan dukungan Washington.
AFP/Handout / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE--Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Zelensky membenarkan panggilan tersebut, ketika ia mengucapkan selamat kepada Trump karena telah secara resmi menjadi calon presiden dari Partai Republik, serta mendoakan pria berusia 78 tahun itu baik-baik saja setelah upaya pembunuhan terhadap dirinya seminggu yang lalu.
Baca juga : Volodymyr Zelensky Ucapkan Terima Kasih kepada Senat AS
“Kami sepakat dengan Presiden Trump untuk membahas dalam pertemuan pribadi langkah-langkah apa yang dapat membuat perdamaian menjadi adil dan benar-benar abadi,” kata Zelensky dalam sebuah unggahan di X.
“Saya mencatat dukungan bipartisan dan bikameral Amerika yang penting untuk melindungi kebebasan dan kemerdekaan bangsa kita,” lanjutnya.
Trump telah berulang kali menyatakan bahwa dia akan mengakhiri perang dengan sangat cepat, tanpa memberikan rincian bagaimana caranya.
Baca juga : Viktor Orban Klaim Donald Trump Tolak Memberikan Dukungan Keuangan ke Ukraina
Pekan lalu, mantan presiden tersebut menjamu Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, yang bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini, di perkebunannya di Florida, .
Seringnya Trump memuji Putin dan keengganannya untuk langsung mengkritik invasi Rusia telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu Ukraina bahwa Trump akan memaksa negara tersebut menerima kekalahan parsial.
Dia juga berulang kali menyarankan untuk mundur dari NATO, bahkan melemahkan jaminan pertahanan kolektif aliansi tersebut dengan mengatakan bahwa dia akan mendorong Rusia untuk menyerang anggota mana pun yang tidak memenuhi kewajiban keuangan mereka.
Baca juga : Joe Biden Bersumpah tidak akan Tunduk pada Rusia
Pasangan Trump, JD Vance, memimpin sayap isolasionis dari Partai Republik di Kongres, berpendapat bahwa AS harus menghentikan bantuan ke Ukraina.
Vance adalah salah satu penentang keras persetujuan bantuan militer baru senilai US$61 miliar untuk Ukraina, yang terhenti oleh anggota parlemen Partai Republik selama berbulan-bulan pada awal tahun ini.
Trump mengatakan pada Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee bahwa ia akan mengakhiri krisis internasional yang mengamuk, dengan mengatakan ia dapat menghentikan perang dengan panggilan telepon.
“Saya akan mengakhiri setiap krisis internasional yang diciptakan pemerintahan saat ini, termasuk perang mengerikan dengan Rusia dan Ukraina,” kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Zelensky mengatakan, awal pekan ini, bahwa dia dan Trump akan bekerja sama jika Partai Republik memenangkan Gedung Putih.
"Saya tidak khawatir tentang ini," katanya pada konferensi pers.
Zelensky menolak mengatakan apakah dia khawatir terhadap Presiden AS Joe Biden, yang telah menghadapi seruan untuk membatalkan kampanye pemilihannya kembali menyusul kinerja debat yang buruk dan pertanyaan mengenai kesehatan dan ketajaman mentalnya.
Namun, dia mengakui bahwa dinamika selama siklus pemilu AS mempunyai dampak besar pada negaranya.
Hubungan Trump dengan Zelensky terkenal sejak masa kepemimpinannya di Gedung Putih.
Pada 2019, Trump dimakzulkan karena menahan bantuan militer ke Ukraina sambil menekan Zelensky untuk membantunya menggali kelemahan lawannya dalam pemilu. (CNA/Z-1)
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas dalam operasi ini mencapai 121 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved