Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengumumkan akan membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan legislatif baru, setelah hasil exit poll menunjukkan aliansinya mengalami kekalahan telak dalam pemilu Eropa dari partai sayap kanan jauh Marine Le Pen, National Rally (RN).
Macron mengatakan hasil Pemilu Parlemen Eropa, Minggu, sangat suram bagi pemerintahannya, dan hasil tersebut tidak bisa diabaikan. Dalam pidato kepada bangsa, ia mengatakan bahwa pemilu untuk majelis rendah akan diadakan pada 30 Juni, dengan pemungutan suara putaran kedua pada 7 Juli.
"Ini adalah waktu penting untuk klarifikasi," kata Macron.
Baca juga : Parlemen Prancis Mentahkan RUU Imigrasi Macron
"Saya telah mendengar pesan Anda, kekhawatiran Anda dan saya tidak akan membiarkannya tanpa jawaban ... Prancis membutuhkan mayoritas yang jelas untuk bertindak dalam ketenangan dan harmoni."
"Partai sayap kanan ... sedang berkembang di seluruh benua. Ini adalah situasi yang tidak bisa saya terima," tambahnya.
National Rally pimpinan Le Pen, yang dipimpin Jordan Bardella, 28, memenangkan sekitar 32% suara, lebih dari dua kali lipat tiket Macron yang hanya 15%, menurut hasil exit poll pertama. Partai Sosialis mendekati Macron, dengan 14%.
Baca juga : Macron Berencana Bangun Koalisi dengan Oposisi
Kemenangan besar Le Pen, dengan peningkatan 10 poin pada pemilu Uni Eropa terakhir tahun 2019, akan melemahkan kekuasaan Macron tiga tahun sebelum akhir masa jabatannya. Hal ini juga bisa memicu perpecahan tingkat tinggi dari kamp sentrisnya saat pertempuran suksesi untuk menggantikannya memanas.
“Kami siap mengambil alih kekuasaan jika rakyat Prancis memberi kami kepercayaan dalam pemilu nasional yang akan datang,” kata Le Pen dalam sebuah rapat umum tak lama setelah pengumuman mengejutkan Macron.
Le Pen dan Bardella berusaha untuk membingkai pemilu UE sebagai referendum pertengahan masa jabatan atas mandat Macron, memanfaatkan ketidakpuasan terhadap imigrasi, kejahatan, dan krisis inflasi dua tahun.
Baca juga : Hasil Pemilu Parlemen Tentukan Dukungan Pemerintahan Macron
Pemilu Eropa juga menandai momen kritis di Prancis karena Macron tidak dapat mencalonkan diri lagi sebagai presiden tahun 2027 dan tokoh utama RN Le Pen merasa dia memiliki kesempatan terbaiknya untuk memenangkan Istana Elysee.
Jaques Reland, dari Global Policy Institute mengatakan kepada Al Jazeera bahwa situasi di Prancis "adalah kekacauan yang merajalela."
“Itu adalah taruhan yang berisiko,” katanya, mengomentari keputusan Macron.
“Pemilu Eropa digunakan sebagai cara bagi rakyat Prancis untuk melampiaskan ... untuk mengatakan bahwa mereka tidak puas dengan isu-isu seperti imigrasi, pemotongan tunjangan pengangguran,” katanya.
“Tetapi mereka mengakui satu hal tentang dirinya [Macron] bahwa di tingkat internasional, dia membawa citra yang baik tentang Prancis dan Eropa.” (Al Jazeera/Z-3)
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Dengan Amerika Serikat dikeluarkan dari NATO, kelompok itu masih memiliki 31 anggota yang memiliki militer untuk berkontribusi.
JURU Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin terbuka untuk berdialog dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait perang di Ukraina.
usulan pembentukan koalisi permanen dalam Rapimnas I Partai Golkar perlu dicermati secara serius agar tidak mengancam fungsi demokrasi di parlemen
Transformasi digital di DPD RI bukan sekadar pengadaan teknologi baru, melainkan perubahan budaya kerja secara menyeluruh.
rancangan undang-undang (RUU) Pemilu berbasis kodifikasi harus dibangun secara paralel dengan pembenahan sistem kepartaian di Indonesia.
PPP disebut sulit “reborn“ atau kembali ke parlemen setelah sebelumnya gagal karena tidak lolos parliamentary threshold.
PENCERAMAH Ustaz Das’ad Latif mendoakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa lolos parlemen pada pemilu mendatang.
Polisi menyebut pelaku, Vance Luther Boelter, 57, masih buron dan diyakini menyamar sebagai aparat kepolisian saat melakukan aksinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved