Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERWAKILAN mantan Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB Nikki Haley menulis Finish Them!” atau "Habisi Mereka!" di atas peluru artileri Israel selama kunjungan Memorial Day ke Israel. Hal ini terungkap dalam sebuah foto kiriman dari Danny Danon, mantan Duta Besar Israel untuk PBB, saat menemani Nikki Haley.
Kunjungan Haley ke perbatasan utara Israel datang sehari setelah serangan Israel yang menewaskan 45 orang di sebuah kamp untuk warga Palestina yang terlantar di Rafah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan serangan tersebut sebagai "kesalahan tragis".
Pesan Haley mencerminkan sentimennya sebelumnya selama wawancara dengan sebuah media, di mana dia mengutuk serangan Hamas dan meminta Netanyahu untuk menghabiskan mereka.
Baca juga : AS Sebut Kemerdekaan Palestina Tak Akhiri Penjajahan Israel
"Saya akan katakan ini kepada Netanyahu: habisi mereka. Habisi mereka. Hamas yang melakukan ini, Anda tahu bahwa Iran berada di baliknya, habisi mereka. Mereka harus membayar mahal untuk apa yang baru saja mereka lakukan," kata Haley saat itu.
Haley mengatakan, satu dari empat tetangga mereka dibunuh atau ditawan di Gaza. Tidak ada negara lain yang akan menerima ini, Israel juga tidak boleh.
"Jangan dengarkan apa yang dikatakan di media. Saya meyakinkan Anda: Amerika berdiri bersama Israel!," ungkap Dia selama tur tersebut.
Baca juga : Hampir 1 Juta Orang Mengungsi dari Rafah
Selama perjalanan akhir pekan Memorial Day, Haley mengunjungi Kibbutz Nir Oz, situs Festival Nova, dan Sderot.
Dia merefleksikan dalam sebuah kiriman media sosial tentang seorang perawat yang dia temui yang hidupnya berubah selamanya setelah 7 Oktober.
"Sama seperti putri saya, Tali Biner adalah seorang perawat berusia 20-an yang mencintai musik dan teman-temannya. Tetapi, hidupnya berubah selamanya di Festival Musik Nova. Selama berjam-jam dia bersembunyi, berdoa agar tidak menjadi korban berikutnya, mendengarkan rekan-rekan penonton konser memohon ampun saat mereka diperkosa, mutilasi secara genital, dan ditembak mati oleh Hamas," kata Haley.
"Ketika dia lolos, dia mencoba merawat korban yang dibantai dan dibiarkan mati perlahan. Sekarang, dia dengan berani menceritakan kisahnya untuk menjadi saksi bagi ratusan orang yang tidak bisa — diperkosa, disiksa, diculik, dan dibunuh hanya karena menjadi warga Israel," lanjutnya. (Z-10)
Warga Desa Saluaba, Kecamatan Ampana Kota, menemukan tujuh butir amunisi saat membersihkan kebun, lalu menyerahkannya kepada aparat.
KEMENTERIAN Dalam Negeri Spanyol pada Selasa (29/10) mengumumkan akan membatalkan kontrak pembelian amunisi dengan perusahaan Israel.
IRONI, ternyata di balik perang Rusia-Ukraina terdapat nikmat bagi penduduk Amerika Serikat (AS), salah satunya Kota Scranton.
Pria lansia berinisial PJ, 60, terluka akibat terkena peluru nyasar di Palmerah, Jakarta Barat. Polisi berhasil menangkap pelaku seorang laki-laki berinisial SM, 39.
Korea Utara dilaporkan telah meluncurkan sebuah peluru kendali balistik yang tidak teridentifikasi ke arah Laut Timur pada Senin, mengundang kekhawatiran internasional.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved