Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 62 orang tewas akibat banjir bandang mematikan yang melanda Afghanistan bagian Utara pada Jumat (10/5). Dilaporkan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Seorang pejabat penanggulangan bencana di provinsi utara Baghlan mengatakan hujan lebat musiman memicu terjadinya banjir dan warga tidak siap menghadapi aliran air yang datang tiba-tiba.
“Jumlah korban tewas dalam banjir hari ini di provinsi Baghlan meningkat menjadi 62 orang,” kata Hedayatullah Hamdard, kepala departemen penanggulangan bencana alam provinsi tersebut.
Baca juga : Bencana Ekstrem akan Beralih Signifikan ke Indonesia Tengah dan Timur
"Jumlah korban mungkin akan meningkat," ujarnya, seraya menambahkan bahwa hujan ringan terus berlanjut hingga malam hari di beberapa kabupaten di provinsi tersebut.
Petugas darurat telah menyusuri kemungkinan adanya korban di bawah lumpur dan puing-puing, dengan bantuan pasukan keamanan dari tentara nasional dan polisi.
Puluhan tenda, selimut dan makanan disediakan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal, tambahnya.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Melanda Pati
Rekaman video yang dilihat di media sosial menunjukkan aliran air berlumpur yang deras membanjiri jalan dan mayat-mayat diselimuti kain putih dan hitam.
Dalam salah satu klip video, terdengar anak-anak menangis dan sekelompok pria melihat ke arah air banjir, di mana terlihat pecahan kayu dan puing-puing rumah.
Sejak pertengahan April, banjir bandang dan banjir lainnya telah menyebabkan sekitar 100 orang tewas di 10 provinsi Afghanistan, dan tidak ada wilayah yang selamat, menurut pihak berwenang.
Lahan pertanian telah terendam banjir di negara dimana 80 persen dari 40 juta penduduknya bergantung pada pertanian untuk bertahan hidup.
"Hujan pada hari Jumat juga menyebabkan kerusakan parah di provinsi Badakhshan timur laut dan provinsi Ghor tengah," kata para pejabat. (France24/Z-6)
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved