Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Internasional UI Broto Wardoyo mengatakan konflik domestik di Timur Tengah bisa berkembang dengan cepat dan menjadi konflik global karena lebih menarik perhatian dunia.
"Modelnya selalu interaktif, jadi bukan hanya kekuatan global saja yang masuk tetapi kekuatan-kekuatan lokalnya berusaha untuk menarik kekuatan global," kata Broto dalam diskusi eskalasi konflik Iran-Israel: Masih ada asa perdamaian di Timur Tengah di UI Senin (30/4).
Ketika terjadi serangan balasan Iran terhadap Israel, Dosen Hubungan Internasional Fisip UI itu menyebut bahwa beberapa akademisi memikirkan skenario terburuknya. Pasalnya, akan diikuti keterlibatan negara-negara besar sehingga berimplikasi pada banyak hal.
Baca juga : Konflik di Timur Tengah, Indonesia Ambil Langkah Antisipatif Redam Dampak untuk Perekonomian Nasional
"Paling dikhawatirkan adalah perang dunia," ujarnya
Di Timur Tengah terdapat 3 kekuatan yang dominan yakni Saudi, Israel dan Iran. Menariknya, polarisasi ketiga negara itu mengikuti logika keseimbangan.
"Mereka akan selalu berusaha mengimbangi satu sama lainnya supaya tidak ada kekuatan yang sangat dominan di kawasan," sebutnya.
Baca juga : Hendak Serang Balik Israel, Sebetulnya Seberapa Kuat Posisi Militer Iran?
Dia menambahkan ada periode Israel-Iran dekat, untuk mengimbangi Saudi dan ada juga periode Israel-Saudi dekat untuk mengimbangi kekuatan Iran.
"Logika itu yang selalu mereka pakai, jadi mereka tidak menginginkan salah satu dari mereka kekuatan tunggal di kawasan," lanjutnya
Kemudian ada beberapa kekuatan dunia yang terlibat secara aktif di Timur Tengah. Lanjut Broto, seperti Amerika Serikat (AS), Rusia dan Tiongkok.
Baca juga : Timur Tengah Masuki Era Baru dengan Serangan Israel Terhadap Iran
"AS, Rusia dan Tiongkok model keterlibatan yang berbeda," paparnya.
Sementara itu, Dosen Studi Arab FIB UI Bastian Zulyeno, mengatakan bahwa serangan 300 misil Iran terhadap Israel mirip dengan judul film yang kontroversial pada 2006.
"Film ini bercerita tentang sejarah panjang persia, kenapa film ini menjadi kontroversial karena menurut para ahli sejaran Iran, film yang dibuat Hollywood ini tidak sama dengan sejarah yang tertulis," sebutnya.
Baca juga : Turki Serukan Semua Pihak Tahan Diri terkait Konflik Timur Tengah
Film memberi kontribusi pada intensitas kemarahan Iran, karena dianggap sebagai penistaan terhadap tradisi dan budaya.
Sedangkan Dosen Studi Arab FIB UI Ade Solihat mengungkapkan fakta bahwa ada sebuah keraguan sebagian kalangan pada serangan Iran terhadap Israel.
"Serangan Iran terhadap Israel dilihat dengan sebuah keraguan, karena perbedaan mazhab. Banyak yang menganggap itu (serangan) hanya basa basi, Iran pura-pura," katanya.
Menurutnya, masa lalu sering dianggap statis oleh sebagian orang dan menilai sama. Padahal, kebijakan itu tergantung rezim yang berkuasa dan pengimbangan kekuasaan.
"Jadi tidak bisa berbicara mazhab, ketika masing-masing sedang menghitung untung rugi," lanjutnya
Dia juga menyoroti penolakan serangan Iran terhadap Israel justru diperlihatkan Yordania. Itu tidak terlepas dari keseimbangan dan hitung-hitungan antar negara. (Fer/Z-7)
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung positif dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi.
Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyampaikan rancangan rencana dan skenario yang dibuat bersama terkait serangan AS ke Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved