Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Perekonomian Inggris terjerumus ke dalam resesi. Kepastian itu diperoleh setelah Inggris mengalami dua kali pelemahan ekonomi dalam dua kuartal beruntun. Berdasarkan data Office for National Statistics (ONS), Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris mengalami kontraksi 0,3% pada kuartal keempat 2023. Satu kuartal sebelumnya, penurunan sudah terjadi dengan angka 0,1%.
Hal itu terjadi karena inflasi yang tinggi dan krisis biaya hidup. ONS mencatat bahwa semua sektor utama mengalami penurunan pada kuartal keempat. Manufaktur, konstruksi, dan perdagangan grosir menjadi sektor yang paling terpukul.
Kondisi tersebut menjadi pukulan telak bagi Perdana Menteri Rishi Sunak menjelang pemilihan umum tahun ini. Sunak, yang memimpin Partai Konservatif, tertinggal dari oposisi utama, Partai Buruh, di bawah kepemimpinan Keir Starmer.
Baca juga : Yellen: Ekonomi AS Lebih Tangguh dari yang Diperkirakan
Di tengah berita resesi ini, para pemilih berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara dalam dua pemilihan sela pada Kamis (15/2). Partai Konservatif khawatir akan kehilangan basis mereka di Wellingborough, Inggris tengah, dan Kingswood di barat daya.
"Kabar bahwa Inggris tergelincir ke dalam resesi teknis pada 2023 akan menjadi pukulan bagi perdana menteri di hari dia menghadapi kemungkinan kekalahan dalam dua pemilihan sela," kata Ruth Gregory, analis dari Capital Economics.
"Namun, resesi ini masih tergolong ringan dan indikator-indikator terkini menunjukkan bahwa resesi ini hampir berakhir."
Baca juga : Bank Sentral Inggris Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi, Redam Inflasi
Menteri Keuangan Jeremy Hunt mencatat bahwa inflasi dan suku bunga yang tinggi menjadi penyebab turunnya output, namun dia menegaskan bahwa perekonomian sedang berubah arah. (AFP/Z-11)
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufiqurrahman menilai pemerintah gagal mengoptimalkan ruang fiskal di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi.
Indonesia dihantui resesi karena pertumbuhan ekonomi yang mengkhawatirkan. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,87%, terendah sejak triwulan ketiga 2021.
Pengamat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah resesi, mengingat perkembangan secara triwulanan (q to q) juga tercatat minus 0,98%.
Resesi, Resesi ekonomi: Pelajari penyebab, dampak, dan cara menghadapinya. Panduan lengkap untuk memahami dinamika ekonomi yang penting.
KEBIJAKAN tarif resiprokal yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia, mendorong gejolak perekonomian.
PELUNCURAN NU Harvest Maslaha dan Sharia Global Services menandai fase baru keterlibatan Nahdlatul Ulama (NU) di arena ekonomi, tepat ketika NU memasuki usia satu abad.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved